Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinyal Profit Taking Hambat Pergerakan IHSG

Meski ditutup pada level 4.626,73, IHSG sempat terlebih dahulu tersentak ke level 4.599,37 setelah pasar dibuka selama 3 menit. IHSG kemudian bangkit menuju level 4.624,96 sekitar 15 menit kemudian.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  12:44 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pada penutupan sesi 1 perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,065 poin atau relatif stagnan dibandingkan level pada pembukaan perdagangan hari ini.

Meski ditutup pada level 4.626,73, IHSG sempat terlebih dahulu tersentak ke level 4.599,37 setelah pasar dibuka selama 3 menit. IHSG kemudian bangkit menuju level 4.624,96 sekitar 15 menit kemudian.

Namun, hanya perlu waktu sektiar 15 menit lagi untuk melihat IHSG kembali tersungkur ke 4.610 pada per pukul 09.34 WIB. Sekitar 20 menit berselang, harapan mulai muncul saat IHSG berhasil menembus zona hijau di level 4.627,81.

IHSG kemudian harus anjlok lagi sekitar 20 poin ke level 4.609,84 per pukul 10.36 WIB. Setelah itu IHSG bergerak kembali ke zona hijau dan sempat bertengger di level 4.6.29,55, sebelum akhirnya kembali melemah ke level 4.626,73 pada penutupan perdagangan sesi 1.

Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji menilai pergerakan IHSG pada sesi I mengindikasikan perilaku investor untuk melakukan aksi profit taking. Hal ini dilakukan setelah sepanjang beberapa waktu terakhir IHSG berhasil masuk ke zona hijau.

“Kemungkinan besar ialah market mengambil aksi profit taking, mengingat kemarin sudah mengalami profit secara signifikan,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020).

Dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, sebanyak lima sektor mengalami penurunan. Adapun, lima sektor lainnya, yakni sektor finansial, industri dasar, aneka industri, manufaktur, dan perdagangan menguat.

Penguatan paling tinggi terjadi pada sektor industri dasar, yakni sebesar 1,02 persen ke level 707,19. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,16 persen ke level 869,77.

Kendati demikian, pendorong terbesar IHSG pada hari ini adalah penguatan yang terjadi pada sektor finansial. Hal ini terjadi berkat penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang meningkat 3,57 persen menjadi Rp2.610 per saham.

Penguatan juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar 0,28 persen dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 0,98 persen. Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang kemarin memimpin penguatan, justru harus terkoreksi 1,11 persen ke level Rp24.575 pe saham.

Dalam sepekan terakhir, saham BBCA memang telah mengalami penguatan 2,72 persen. Namun hari ini saham bank swasta terbesar di Indonesia itu terkoreksi cukup besar lantaran aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp103,73 miliar.

Secara total, jual bersih investor asing di BEI pada sesi 1 hari ini mencapai Rp277,26 miliar. Aksi jual bersih marak dilakukan terhadap beberapa saham big caps lainnya, seperti pada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp118,26 miliar.

Sebanyak 179 emiten tercatat menghijau hingga penutupan sesi 1 perdagangan hari ini. Semantara itu, sebanyak 164 emiten lainnya terperosok ke zona merah, dan 151 lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Tabel Kinerja Indeks Sektoral Sesi I, Rabu (27/5/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top