Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos XL Axiata (EXCL) Ungkapkan Strategi Dongkrak Laba dan EBITDA Hingga 40 Persen

Per akhir Maret 2020 emiten berkode ECL tersebut membukukan pendapatan Rp6,49 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp5,96 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  11:38 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT XL Axiata mencatatkan kinerja moncer di kuartal I/2020. Pendapatan perseroan naik hingga 8,88 persen secara year on year.

Berdasarkan laporan keuangan interim perseroan, per akhir Maret 2020 emiten berkode ECL tersebut membukukan pendapatan Rp6,49 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp5,96 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut ditunjang oleh tumbuhnya pendapatan layanan data perseroan yang mencapai 17 persen. Adapun kontribusi pendapatan data mencapai 91 persen terhadap total pendapatan layanan, sehingga mampu menutupi penurunan dari pos pendapatan lainnya seperti pendapatan nondata, jasa interkoneksi, dan sewa menara.

EBITDA juga meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya dan implementasi IFRS16, sehingga pencapaian laba bersih juga meningkat secara signifikan sebesar Rp1,51 triliun.

Di sisi lain, pos beban usaha perseroan menyusut sekitar 10 persen secara yoy dan menurun 13 persen jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Ini dikarenakan beban biaya infrastruktur yang lebih rendah yakni susut 23 persen yoy dan turun 24 persen dibandingkan kuartal lalu, sebagai hasil dari adopsi International Financial Reporting Standard (IFRS) 16.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan perseroan berhasil mencetak kinerja yang kuat di awal tahun, di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat.

“Periode tiga bulan pertama setiap tahun yang biasanya sangat berat,” ujarnya dalam pemaparan, seperti dikutip Bisnis, Senin (11/5/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan kenaikan pendapatan data salah satunya karena EXCL berhasil meningkatkan penetrasi penggunaan ponsel pintar mencapai 86 persen akhir triwulan 1. Tercatat, dalam periode tersebut total trafil meningkat 41 persen secara yoy dan 7 persen secara quarter on quarter (qoq).

“Sejak memasuki masa anjuran bekerja dan belajar di rumah atau WFH di pertengahan Maret, seiring dengan merebaknya Covid-19, trafik data telah meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelum WFH,” tambah Dian.

Pada saat yang sama, ujarnya, perseroan meluncurkan program gratis 2GB per hari untuk membantu pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan layanan data untuk membantu bekerja atau belajar dari rumah.

Di sisi lain, meski trafik tercatat naik, total pelanggan EXCL sepanjang Q1/2020 turun tipis menjadi 55,49 juta dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun lalu yang sebanyak 56,70 juta. Dian menyebut hal ini dikarenakan persaingan yang semakin ketat.

Namun, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) per Q1/2020 tetap stabil di 36 ribu, sama dengan kuartal sebelumnya dan meningkat sebesar 6 persen dibandingkan dengan Q1/2019.

“Neraca perusahaan juga tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah proses penjualan menara. Rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga ada di bawah 1 kali,” tutur Dian.

Dia menegaskan free cash flow (FCF) perusahaan juga dalam kondisi yang sehat, meskipun ada kenaikan pada komitmen untuk keperluan capital expenditure (capex) dan roll-out 2020. FCF meningkat 82 persen yoy menjadi Rp 1,4 triliun.

Tercatat, pada Q1/2020 total capex perseroan adalah Rp5,77 triliun, terdiri atas capex yang harus dicairkan (capitalized capex) sebesar Rp1,78 triliun dan capex yang harus dicairkan dari pinjaman (commited capex) senilai Rp3,99 triliun.

Lebih lanjut, Dian menyebut perseroan terus melanjutkan rencana investasi dan ekspansinya untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringan di seluruh Indonesia. Menurutnya, meski di tengah pandemi, instalasi jaringan terus berjalan sesuai rencana tanpa gangguan.

“Mayoritas diharapkan akan selesai sebelum Lebaran,” imbuhnya.

Per akhir Maret 2020, XL Axiata tercatat memiliki lebih dari 133.000 BTS di 449 kota/kabupaten di Indonesia, meningkat 9 persen dbandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, sebanyak lebih dari 43.000 BTS di antaranya merupakan BTS 4G.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata Kinerja Emiten Emiten Telekomunikasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top