Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Bursa Filipina Ditutup Sementara, Akankah Bursa Negara Lain Mengikuti?

Seperti dilansir dari Bloomberg, langkah Filipina untuk menghentikan perdagangan telah dilakukan juga oleh Sri Lanka. Adapun Filipina menutup bursanya sementara dan rencananya akan kembali dibuka pada Kamis (19/3/2020) mendatang.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  16:37 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan Filipina yang menutup pasar keuangannya baik pasar saham, obligasi, maupun mata uang diprediksi akan banyak diikuti negara lain.

Seperti dilansir dari Bloomberg, langkah Filipina untuk menghentikan perdagangan telah dilakukan juga oleh Sri Lanka. Adapun Filipina menutup bursanya sementara dan rencananya akan kembali dibuka pada Kamis (19/3/2020) mendatang.

Keduanya mengambil langkah itu dengan alasan serupa, yakni meredam penyebaran virus corona atau Covid-19 yang hingga saat ini telah menginfeksi lebih dari 174.000 orang di dunia dan memakan korban lebih dari 7.000 nyawa.

Senior Market Analyst Oanda Asia Pasitif Pte. In Singapore mengatakan bursa-bursa yang lebih kecil termasuk Jakarta (Jakarta Composite Index/ Indeks Saham Gabungan) kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama.

“Penanganan wabah yang dilakukan cenderung lambat dan tidak menyeluruh,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (17/3/2020)

Hingga saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum berencana menutup perdagangan saham dan masih akan memantau perkembangan yang terjadi.

Adapun, beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh BEI antara lain melarang short selling serta mengubah batasan auto reject bawah asimetris menjadi 10 persen kemudian memangkasnya ke level 7 persen.

BEI juga memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit jika IHSG turun mencapai 5 persen.

Hingga saat ini, IHSG tercatat telah 4 kali mengalami trading halt yakni pada perdagangan Kamis (12/3/2020) pukul 15.33, perdagangan Jumat (13/3/2020) pada pukul 09.15, serta perdagangan Selasa (17/3/2020) pada pukul 15.02 dan pukul 15.50.

Hari ini, selah diwarnai dua trading halt, IHSG ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4.456,75. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 4.447,96-4.698,04.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Bursa Asia
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top