Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Goldman Sachs: Pasar Saham Global Berpotensi 'Rebound', Tapi...

Goldman memperkirakan saham global akan mengalami penurunan sebesar 20 persen hingga 25 persen sebelum kembali mengalami peningkatan.
Trader melihat monitor di London./Reuters
Trader melihat monitor di London./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan pasar saham global akan mengalami perbaikan signifikan dari kondisi saat ini.

Namun, pasar saham global masih akan menghadapi sejumlah penurunan terlebih dahulu sebelum kembali 'rebound'.

Saham global, menurut Goldman, akan mengalami penurunan sebesar 20 persen hingga 25 persen sebelum kembali mengalami peningkatan. MSCI All-Country World Index anjlok sebesar 18 persen dari rekor tertingginya pada Februari pada Selasa (10/3/2020).

Penurunan ini disebabkan oleh wabah virus corona dan perang harga minyak yang membuat investor kabur.

"Pada tahap ini, kami menilai keseimbangan masih menjadi hal yang dinanti di dalam pasar yang didorong oleh peristiwa. Ini menunjukkan bahwa rebound di pasar ekuitas akan cepat, tetapi dari level yang lebih rendah," ungkap laporan Goldman, Senin (9/10/2020).

Saham global rontok akibat virus corona dan perang harga minyak. Sementara pasar mengalami penurunan dramatis, kabar gembira menyertai. Penurunan harga saham di pasar dipicu oleh pukulan sesaat yang lebih ringan dibandingkan dengan apa yang disebabkan oleh ketidakseimbangan struktural, seperti financial bubble atau alasan ekonomi lainnya, termasuk tingginya suku bunga acuan.

Pasar yang bearish, tanpa ada risiko resesi, umumnya akan berlangsung sembilan bulan ke depan. Kondisi ini lebih pendek jika dibandingkan dengan kondisi struktural yang dapat berlangsung hingga 42 bulan atau kondisi pasar cylical yang dapat terjadi selama 27 bulan.

Sementara itu, aksi jual saham yang terjadi akibat faktor geopolitik dan pergerakan harga komoditas umumnya berlangsung selama 15 bulan, dibandingkan kondisi pasar yang terdampak secara struktural atau cyclical yang umumnya akan terdampak selama masing-masing 111 bulan dan 50 bulan.

Setelah mengalami rally hingga 24 persen selama 2019, MSCI All-Country World Index turun sebanyak 15 persen dengan sell-off sebesar US$11 triliun sejak menyentuh rekor pada Februari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hadijah Alaydrus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper