Ringkasan Perdagangan 6 Februari: IHSG Naik, Rupiah Gulung Dolar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melanjutkan reli penguatannya bersama nilai tukar terhadap dolar AS untuk perdagangan hari ketiga berturut-turut di tengah reli pasar saham global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  19:55 WIB
Ringkasan Perdagangan 6 Februari: IHSG Naik, Rupiah Gulung Dolar
Petugas kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang, di Jakarta, Selasa (2/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melanjutkan reli penguatannya bersama nilai tukar terhadap dolar AS untuk perdagangan hari ketiga berturut-turut di tengah reli pasar saham global.

Pengutaan pasar saham global didorong optimisme bahwa ekonomi global akan mampu melalui dampak wabah virus corona (coronavirus). 

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (6/2/2020):

IHSG & Rupiah Menguat 3 Hari Beruntun, Ini Kata Analis

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 0,14 persen atau 8,63 poin di level 5.987,14.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin pertanian (+1,94 persen) dan aneka industri (+1,28 persen). Adapun sektor industri dasar dan barang konsumen masing-masing terkoreksi 1,10 persen dan 0,23 persen.

Sementara itu, dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 231 saham menguat, 149 saham melemah, dan 296 saham stagnan.

Saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing naik 14,29 persen dan 1,56 persen menjadi pendorong utama IHSG.

Rupiah Makin Perkasa

Nilai tukar rupiah lanjut ditutup menguat 55 poin atau 0,40 persen di level Rp13.635 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (5/2), rupiah berakhir terapresiasi 25 poin atau 0,18 persen di posisi Rp13.690.

Seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah, indeks dolar AS terpantau bergerak flat di posisi 98,302 pukul 15.52 WIB. Pada perdagangan Rabu (5/2), indeks dolar AS ditutup menguat 0,35 persen atau 0,340 poin di level 98,301, kenaikan hari ketiga.

Di tengah sejumlah ketidakpastian perekonomian global, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,02 persen. Meski demikian, nilai tukar rupiah diyakini tetap bergerak positif.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan capaian tersebut masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara lain di kawasan Asia Tenggara. Salah satu tugas pemerintah yakni menumbuhkan sentimen positif bagi pasar uang.

China Pangkas Tarif Impor AS, Bursa Global Serempak Menguat

Sentimen untuk investor menguat pada Rabu (5/2) menyusul serangkaian laporan tentang kemungkinan adanya vaksin untuk virus corona jenis baru tersebut, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum ada terapi yang terbukti.

Di sisi lain, reli terbaru saham global ini mendorong sebagian analis termasuk ahli strategi Citigroup Inc., memperingatkan tentang tanda-tanda kepuasan di pasar mengingat bahwa dampak sesungguhnya dari virus yang mematikan itu masih belum jelas.

Analis lainnya menyodorkan dukungan dari para pembuat kebijakan dan indikator baru-baru ini yang menunjukkan arah pertumbuhan solid sebelum virus corona menyerang.

IHSG Belum Memuaskan, Analis Masih Pertahankan Target

Sentimen global yang menunjukkan tren positif membuat sejumlah lembaga sekuritas mengkaji ulang proyeksi nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2020.

Ada yang tetap memertahankan, ada pula yang memilih melakukan revisi, mesipun tahun berjalan belum seumur jagung.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (6/2/2020), pergerakan IHSG ditutup di level 5.987,14 dengan kenaikan 0,14 persen atau 8,63 poin dari level sebelumnya. Namun, sepanjang tahun berjalan indeks menurun 4,96 persen.

Harga Tembaga Masuk Area Konsolidasi

Harga tembaga memasuki area konsolidasi setelah terjadi penurunan tajam dalam beberarapa perdagangan terakhir akibat sentimen wabah virus corona. Wabah itu diproyeksi memperlambat pertumbuhan ekonomi China, salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan tembaga telah menjadi salah satu komoditas yang paling tertekan selain minyak akibat sentimen virus corona. Pasalnya, permintaan dari China menyumbang sekitar 50 persen terhadap permintaan logam dunia. Di sisi lain dan virus corona telah melemahkan aktivitas ekonomi China.

Padahal, di awal tahun, prospek harga tembaga diyakini lebih cetah. Pasar menilai kebutuhan terhadap tembaga akan semakin membaik dan di sisi lain pasokan semakin terbatas sehingga dalam jangka panjang tembaga punya prospek yang menjanjikan.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 turun tipis 0,30 poin atau 0,02 persen ke level US$1.562,50 per troy ounce pukul 15.52 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, emas Comex bergerak fluktuatif di level 1.556-1.564,30.

Seiring dengan pergerakan harga emas, indeks dolar AS terpantau bergerak flat di posisi 98,302 pukul 15.52 WIB, setelah ditutup menguat 0,35 persen atau 0,340 poin di level 98,301 pada Rabu (5/2).

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp1.000 menjadi level Rp770.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas berkurang Rp2.000 menjadi Rp685.000 per gram dari harga pada Rabu (5/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top