Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ambles Hampir 2% Terseret Sentimen Politik dan Demonstrasi

IHSG turun hampir 2% pada siang ini, Jumat (29/8/2025), akibat sentimen negatif kondisi sosial-politik dan aksi demonstrasi yang memanas.
Layar menampilkan grafik  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Bisnis/Abdurachman
Layar menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles hampir 2% seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketidakstabilan sosial-politik domestik. Kondisi ini membuka ruang bearish indeks dalam jangka pendek.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit melemah 1,18% ke level 7.858,41 pada pukul 10.00 WIB, Jumat (29/8/2025). Namun, selang beberapa menit, koreksi IHSG terpantau semakin dalam dan sempat melemah 1,98%.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyatakan bahwa pelemahan IHSG tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-politik Indonesia saat ini. 

“Pelemahan ini pastinya dipicu oleh kondisi sosial-politik yang kurang kondusif,” ujar Harry saat dihubungi Bisnis pada Jumat (29/8/2025).

Dihubungi terpisah, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, juga berpandangan serupa. Menurutnya, pelemahan indeks komposit berkaitan dengan adanya eskalasi aksi demonstrasi khususnya yang terjadi hari ini. 

Nafan juga menyampaikan bahwa kondisi politik dan keamanan domestik memiliki pengaruh signifikan terhadap pelemahan IHSG. Oleh karena itu, dia melihat adanya potensi tren penurunan indeks komposit dalam jangka pendek. 

Sementara itu, data historis juga menunjukkan kinerja IHSG pada bulan September selama 5 tahun terakhir memang cenderung bearish. Adapun, untuk periode Oktober hingga Desember umumnya mencatatkan tren bullish.

“Kondisi politik dan keamanan domestik berpengaruh besar terhadap pelemahan IHSG hari ini. Bila kondisi IHSG konsisten diperdagangkan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar,” ucap Nafan kepada Bisnis

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan indeks komposit ditutup naik tipis 0,20% ke posisi 7.952 pada perdagangan kemarin. Namun, penguatan indeks disertai sinyal teknikal yang mengindikasikan tekanan jual.

“Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut serta IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual,” pungkasnya dalam publikasi riset harian. 

Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks komposit berisiko melemah menuju support level 7.900 dan resistance berada di 8.020 dan pivot di 7.950.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro