Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Menyebar ke AS, Harga Minyak Turun

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Selasa (21/1/2020) di tengah menjalarnya kekhawatiran mengenai kelebihan suplai dan wabah virus corona baru dari China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  07:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah turun pada perdagangan Selasa (21/1/2020) di tengah menjalarnya kekhawatiran mengenai kelebihan suplai dan wabah virus corona baru dari China.

Namun, minyak mampu mengurangi sebagian penurunannya, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang gangguan suplai di Irak dan Libya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 ditutup turun 61 sen di level US$64,59 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Adapun minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari turun 20 sen dan berakhir di level US$58,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

Dilansir dari Bloomberg, krisis pelabuhan Libya yang mencekik ekspor dari pemasok minyak terbesar di Afrika Utara berlanjut hingga hari keempat. Sementara itu, merebaknya kerusuhan di Irak mengancam pengiriman dari produsen nomor dua OPEC tersebut.

Pemimpin milisi Libya Khalifa Haftar telah memblokir pelabuhan-pelabuhan dalam aksi unjuk rasanya setelah para pemimpin dunia gagal membujuknya untuk menandatangani perjanjian damai.

Di Irak, aksi protes menyebabkan terhentinya produksi di satu ladang minyak. Selain itu, sejumlah roket dilaporkan menghantam Zona Hijau di Baghdad.

“Gangguan di Libya sangat signifikan karena ada banyak permintaan untuk minyak mentah light sweet di antara para penyuling yang berupaya untuk mematuhi aturan bahan bakar lebih ketat,” tutur Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group Inc.

Meski demikian, sentimen terkait melonjaknya produksi minyak shale AS tetap membebani pergerakan harga minyak. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga mengurangi prospek permintaan bahan energi.

Harga minyak juga tertekan karena virus corona (coronavirus) baru yang telah menelan enam korban jiwa di China dilaporkan menyebar ke AS.

“Jelas ada banyak kekhawatiran tentang virus ini di China,” ujar Josh Graves, ahli strategi pasar senior di RJ O'Brien & Associates LLC.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Februari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

21/1/2020

58,34

-0,20 poin

20/1/2020

-

-

17/1/2020

58,54

+0,02 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Maret 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

21/1/2020

64,59

-0,61 poin

20/1/2020

65,20

+0,35 poin

17/1/2020

64,85

+0,23 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top