5 Berita Populer Market, Emiten Anak Usaha BUMN Berjibaku Memacu Kinerja dan Ini Rencana Ekspansi SINI Setelah IPO

Kabar kinerja emiten anak usaha BUMN jadi berita terpopuler kanal Market hari ini, Jumat (8/11/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 08 November 2019  |  20:03 WIB
5 Berita Populer Market, Emiten Anak Usaha BUMN Berjibaku Memacu Kinerja dan Ini Rencana Ekspansi SINI Setelah IPO
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

1. Emiten Anak Usaha BUMN Berjibaku Memacu Kinerja

Sudah dapat dipastikan pada tahun ini tidak ada anak usaha BUMN yang mengelar initial public offering (IPO).

Walaupun jumlah emiten dari keluarga pelat merah tidak bertambah, mari kita kupas realisasi kinerja anak usaha BUMN per kuartal III/2019. Baca selengkapnya di sini

2. Ini Rencana Ekspansi Singaraja Putra (SINI) Setelah IPO

PT Singaraja Putra Tbk. mengantongi dana segar Rp18,9 miliar dari aksi penawaran umum perdana saham. Apa rencana bisnis perseroan ke depan?

Erick Tonny Tjandra, Direktur Utama Singaraja Putra, menuturkan perseroan bergerak di bidang penyedia penginapan. Baca selengkapnya di sini

3. Ongkos Eksporasi Oktober 2019, Vale Indonesia (INCO) Kucurkan Hampir US$1 Juta

PT Vale Indonesia Tbk. mengucurkan dana eksplorasi senilai US$950.015 pada Oktober 2019 untuk melakukan eksplorasi di sejumlah blok kontrak karya milik perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia pada Kamis (7/11/2019), emiten berkode saham INCO tersebut melakukan eksplorasi di Blok Sorowako dan baca selengkapnya di sini

4. PT Kereta Api Indonesia Bakal Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Untuk Apa?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membidik dana senilai Rp2 triliun dari penerbitan obligasi.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan Jumat (8/11/2019), KAI menyampaikan obligasi tersebut terbagi dalam dua seri. Baca selengkapnya di sini

5. OJK Larang Hanson International (MYRX) Lanjutkan Rights Issue

Emiten properti PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) menunda aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sampai permasalahan utang individual selesai.

Dalam konfrensi pers yang diadakan oleh perseroan terungkap bahwa Otoritas Jasa Keuangan melarang perseroan melakukan rights issue sampai permasalahan pinjaman individual selesai. Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, kinerja emiten

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top