Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raih Restu Pemegang Saham, TBIG Bakal Stock Split November

Pelaksanaan stock split dilakukan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) setelah mendapat persetujuan dari Bursa.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  16:51 WIB
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:5 pada November setelah mendapat restu dari Bursa Efek Indonesia.

Usai menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan pemegang saham telah menyetujui rencana untuk melakukan pemecahan saham 1:5. Dia berharap eksekusi stock split bisa terealisasi pada November setelah mendapat lampu hijau dari BEI.

Melalui pelaksanaan stock split, nilai nominal saham perseroan terbagi. Setiap satu saham yang dimiliki investor dengan nilai nominal Rp100 per saham akan menjadi 5 saham bernominal Rp20 per saham. Dari sisi jumlah saham yang beredar, perseroan memiliki 22,65 miliar saham dari sebelumnya 4,53 miliar saham.

“[Pelaksanaan] stock split [dilakukan] setelah mendapat persetujuan dari Bursa. Moga-moga secepatnya, pada November sudah selesai,” katanya saat jumpa pers di Hotel JS Luwansa, Rabu (30/10/2019).

Adapun, stock split diharapkan bisa membuka akses bagi investor ritel karena harga saham yang menjadi lebih murah. Selain itu, dia juga berharap agar likuiditas saham meningkat pascaeksekusi stock split.

Langkah stock split juga sebelumnya telah dilakukan rival TBIG yakni PT Sarana Menara Nusantaran Tbk. (TOWR) pada tahun lalu.

“Dengan adanya stock split, diharapkan harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau untuk investor publik ritel dan juga meningkatkan likuiditas saham perseroan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten tower bersama infrastructure
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top