Ringkasan Perdagangan 8 Agustus: IHSG & Rupiah Kokoh, Emas Tetap Kinclong

Meski pamor aset-aset berisiko membaik, harga emas Comex masih terjaga di atas level US$1.500 per troy ounce. Harga emas Antam bahkan mencetak rekor terbarunya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  06:54 WIB
Ringkasan Perdagangan 8 Agustus: IHSG & Rupiah Kokoh, Emas Tetap Kinclong
Pejalan kaki berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melanjutkan penguatannya bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meredanya kekhawatiran pasar.

Meski pamor aset-aset berisiko membaik, harga emas Comex masih terjaga di atas level US$1.500 per troy ounce. Harga emas Antam bahkan mencetak rekor terbarunya.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (8/8/2019):

Sentimen Pasar Positif, IHSG & Rupiah Menguat Hari Kedua

IHSG ditutup menguat 1,14 persen atau 70,48 poin di level 6.274,67 setelah berakhir naik tajam 1,38 persen atau 84,72 poin di level 6.204,19 pada perdagangan Rabu (7/8).

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing naik 2,60 persen dan 2,04 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

MNC Sekuritas menilai, meredanya kekhawatiran pasar atas perang mata uang setelah China menstabilkan mata uang yuan menjadi sentimen positif yang mengangkat indeks saham secara global dan domestik.

"MNC Sekuritas menyakini bahwa momentum rebound IHSG masih dapat berlanjut hingga ke level 6.250--6.300 dalam pekan ini," tulis Tim Riset MNC Sekuritas yang dikepalai oleh Thendra Crisnanda.

Laju Rupiah Dibayangi Risiko Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan

Sehari menjelang rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II/2019, rupiah berhasil ditutup menguat tipis didorong oleh penurunan suku bunga beberapa bank sentral di dunia.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa para investor akan sangat mencermati data NPI, terutama di pos transaksi berjalan, yang direncanakan dirilis pada Jumat (9/8/2019).

Pasalnya, Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2019 akan lebih dalam dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau terkoreksi 6,70 poin atau 0,44 persen ke level US$1.512,90 per troy ounce pukul 18.54 WIB.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik sebesar Rp7.000 menjadi Rp753.000 per gram. Ini merupakan rekor terbaru harga tertinggi emas Antam dalam 6 bulan terakhir.

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ikut naik Rp6.000 menjadi Rp679.000 per gram.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan bahwa terdapat banyak alasan mendasar di balik kekuatan emas sehingga menambah ekstensi harga emas ke atas US$1.500 per troy ounce dan menjadikan emas sebagai bintang pertunjukan.

"Pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, yang juga terus-menerus menumpuk emas sebagai cadangan devisanya, pembacaan ekonomi yang lemah secara global, dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, memicu laju emas," papar David.

Arab Saudi Berencana Intervensi Pasar, Harga Minyak WTI Melonjak

Harga minyak mentah di Amerika Serikat (AS) berhasil bangkit dari pelemahannya dalam sesi after-trading market setelah Arab Saudi dikabarkan berupaya mengambil langkah untuk menghentikan penurunan harga.

Pemerintah Saudi pun menghubungi produsen-produsen minyak lain untuk membahas cara-cara menghentikan penurunan harga.

Sebagai pengekspor minyak terbesar di dunia, Arab Saudi sebagian besar mengatur langkah pembatasan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan aliansinya termasuk Rusia untuk menopang harga.

Dibayangi Spekulasi Larangan Ekspor Indonesia, Nikel Cetak Rekor Harga Baru

Harga nikel melonjak di tengah kekhawatiran pasar bahwa produsen nikel utama Indonesia dapat memajukan larangan ekspor bijih nikel.

Harga nikel terus bergerak naik dengan spekulasi bahwa Indonesia akan memajukan larangan ekspor bijih nikel meskipun salah satu pejabat Kementerian ESDM Indonesia mengklaim bahwa keputusan tersebut masih tidak pasti.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Indonesia Bambang Gatot Ariyono mengatakan bahwa selama tidak terdapat peraturan baru, larangan akan berlaku sesuai dengan peraturan yang ada.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top