5 Berita Populer Market, Investor Dibuat Panik Lagi oleh Cuitan Trump, Ini Fokus Bos Baru ISAT

Kabar Trump yang meningkatkan kembali kekhawatiran perang perdagangan setelah mengatakan akan menaikkan tarif impor China jadi berita terpopuler kanal Market hari ini, Jumat (2/8/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  18:45 WIB
5 Berita Populer Market, Investor Dibuat Panik Lagi oleh Cuitan Trump, Ini Fokus Bos Baru ISAT
Presiden AS Donald Trump menghadiri pertemuan dengan sejumlah perwakilan media sosial di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (11/7/2019). - Reuters/Carlos Barria

1. Investor Dibuat Panik Lagi oleh Cuitan Trump, Wall Street Melemah

Wall Street kembali melemah pada perdagangan Kamis (1/8/2019) setelah Presiden AS Donald Trump membuat kekhawatiran perang perdagangan AS-China kembali menjadi sorotan.

Trump meningkatkan kembali kekhawatiran perang perdagangan setelah ia mengatakan di akun Twitternya akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor asal China yang nilainya mencapai US$300 miliar. Baca selengkapnya di sini

2. Ogah Bahas Konsolidasi, Ini Fokus Bos Baru Indosat (ISAT)

Bos baru PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama fokus mengejar ketertinggalan jangkauan jaringan 4G dibandingkan membahas konsolidasi operator.

Menurutnya, latar belakangnya dari sisi teknis menjadi modal pendorong untuk membawa emiten berkode saham ISAT itu menjadi operator unggulan di Indonesia. Baca selengkapnya di sini

3. Trada Alam Minera (TRAM) Kucurkan Pinjaman US$100 juta ke Anak Usaha

PT Trada Alam Mineral Tbk. melakukan transaksi afiliasi bersama dengan entitas anaknya yakni PT Inti Pancar Dinamika.

Adapun, Inti Pancar Dinamika (IPD) merupakan pihak terafiliasi dengan perseroan, karena 45% sahamnya dimiliki oleh PT Trada Alam Minera Tbk. dan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Baca selengkapnya di sini

4. Semester I/2019, Kerugian Krakatau Steel (KRAS) Membengkak

Kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. masih tertekan sepanjang semester I/2019, tercermin pada rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang lebih besar dibandingkan dengan semester I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, emiten berkode saham KRAS ini membukukan pendapatan bersih US$702,05 juta atau turun 17,82% secara tahunan. Baca selengkapnya di sini

5. Penjualan & Laba Naik Dua Digit, Mampukah GGRM Kembali Tembus Rp90.000?

PT Gudang Garam Tbk. baru saja menyampaikan laporan keuangan semester I/2019. Produsen rokok itu mengantongi pendapatan senilai Rp52,74 triliun yang mencerminkan pertumbuhan penjualan 16,42% secara tahunan.

Bagaimana prospek kinerja dan saham emiten berkode saham GGRM itu? Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, Donald Trump

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top