Semester I/2019, Kerugian Krakatau Steel (KRAS) Membengkak

Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. membengkak dari US$16,01 juta pada semester I/2018 menjadi US$134,95 juta pada semester I/2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  13:58 WIB
Semester I/2019, Kerugian Krakatau Steel (KRAS) Membengkak
Foto Silmy Karim tahun 2015 saat menjabat Direktur Utama PT Pindad (Presero). Silmy Salim ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) dalam RUPS Kamis (6/9/2018), sehingga harus meninggalkan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Barata (Persero). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. masih tertekan sepanjang semester I/2019, tercermin pada rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang lebih besar dibandingkan dengan semester I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, emiten berkode saham KRAS ini membukukan pendapatan bersih US$702,05 juta atau turun 17,82% secara tahunan.

Pendapatan yang tertekan berasal dari penjualan produk baja di pasar lokal yang turun 28,38% menjadi US$523,79 juta. Sebaliknya, penjualan produk baja di pasar luar negeri tumbuh 295,99%, dari US$16,71 juta pada semester I/2018 menjadi US$66,17 juta pada semester I/2019.

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan turun 10,06% menjadi US$753,89 juta. Dengan demikian, perseroan memperoleh laba kotor senilai US$23,98 juta atau turun 76,11% secara tahunan.

Produsen baja pelat merah ini mencatat beban umum administrasi tercatat US$14,03 juta, beban umum dan administrasi US$81,81 juta, dan beban operasi lainnya US$411,71 juta.

Di sisi lain, perseroan memperoleh penjualan limbah produksi US$871.000 dan pendapatan operasi lainnya US$11,96 juta. Dari perolehan tersebut, perseroan mencatatkan rugi operasi US$70,74 juta, dari sebelumnya laba US$9,34 juta.

Beban keuangan pada semester I/2019 senilai US$62,07 juta, naik 25,72% dari periode yang tahun sebelumnya sebesar US$49,37 juta. Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs senilai US$15,50 juta, dari sebelumnya memperoleh laba selisih kurs US$32,63 juta.

Dengan demikian, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak dari US$16,01 juta pada semester I/2018 menjadi US$134,95 juta pada semester I/2019.

Jumlah aset perseroan per 30 Juni 2019 senilai US$4,27 miliar, turun 0,70% dari jumlah aset per 31 Desember 2019. Adapun, jumlah liabilitas senilai US$2,57 miliar dan ekuitas US$1,70 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
krakatau steel, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top