Investor Dibuat Panik Lagi oleh Cuitan Trump, Wall Street Melemah

Trump meningkatkan kembali kekhawatiran perang perdagangan setelah ia mengatakan di akun Twitternya akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor asal China yang nilainya mencapai US$300 miliar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  07:01 WIB
Investor Dibuat Panik Lagi oleh Cuitan Trump, Wall Street Melemah
Presiden AS Donald Trump menghadiri pertemuan dengan sejumlah perwakilan media sosial di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (11/7/2019). - Reuters/Carlos Barria

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street kembali melemah pada perdagangan Kamis (1/8/2019) setelah Presiden AS Donald Trump membuat kekhawatiran perang perdagangan AS-China kembali menjadi sorotan.

Trump meningkatkan kembali kekhawatiran perang perdagangan setelah ia mengatakan di akun Twitternya akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor asal China yang nilainya mencapai US$300 miliar.

Setelah bergerak di zona positif sepanjang perdagangan, ketiga indeks saham utama AS tiba-tiba berbalik arah karena investor dengan cepat melepas kepemilikan saham setelah tweet Trump tersebut.

"Masalah terbesar bagi investor yang disadari adalah bahwa ini merupakan masalah sistemik dan akan menjadi masalah berkelanjutan antara AS dan China," kata Joseph Quinlan, kepala kantor investasi utama Merrill dan Bank of America Private Bank, seperti dikutip Reuters.

Aksi jual terjadi setelah pemotongan suku bunga pertama Federal Reserve AS dalam satu dekade terakhir, yang dilanjutkan dengan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang meruntuhkan ekspektasi pelonggaran monter tahun ini.

"Sepertinya presiden menggertak Powell untuk mengobarkan perang dagangnya. Pasar seharusnya tidak menghargai hal itu," kata Michael O'Rourke, kepala analis di Jonestrading.

Sebelumnya, Wall Street mendapat dorongan dari serangkaian kinerja positif dari berbagai perusahaan, termasuk General Motors Co, Kellogg Co, Verizon Communications Inc dan Yum Brands Inc,.

Dalam berita ekonomi, sektor manufaktur AS berekspansi pada Juli dengan laju paling lambat dalam hampir tiga tahun, menurut data Purchasing Manager Index (PMI) dari Institute for Supply Management.

Investor saat ini menantikan rilis laporan tenaga kerja Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat (2/8).

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 280,85 poin atau 1,05 persen ke level 26.583,42, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 26,82 poin atau 0,90 persen ke 2.953,56 dan Nasdaq Composite turun 64,30 poin atau 0,79 persen ke level 8.111.12.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, delapan ditutup di wilayah negatif, dengan industri keuangan dan energi mencatat persentase kerugian terbesar.

Musim laporan pendapatan kuartal kedua berlanjut dengan kecepatan penuh, dengan 355 emiten pada indeks S&P 500 telah merilis laporan keuangan.74,4 persen di antaranya melampaui estimasi, menurut data Refinitiv.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top