REKOMENDASI SAHAM: Penjualan & Laba Naik Dua Digit, Mampukah GGRM Kembali Tembus Rp90.000?

Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk. mengantongi pendapatan senilai Rp52,74 triliun yang mencerminkan pertumbuhan penjualan 16,42% secara tahunan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  09:55 WIB
REKOMENDASI SAHAM: Penjualan & Laba Naik Dua Digit, Mampukah GGRM Kembali Tembus Rp90.000?
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk. baru saja menyampaikan laporan keuangan semester I/2019. Produsen rokok itu mengantongi pendapatan senilai Rp52,74 triliun yang mencerminkan pertumbuhan penjualan 16,42% secara tahunan. Bagaimana prospek kinerja dan saham emiten berkode saham GGRM itu?

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, pendapatan GGRM banyak berasal dari segmen sigaret kretek mesin sebesar 91,53% terhadap pendapatan. Segmen ini tumbuh 17,97% secara tahunan. Sedangkan, segmen kretek tangan berkontribusi 7,20% terhadap penjualan dan tumbuh 4,11% secara tahunan.

Dengan raihan penjualan itu, Gudang Garam disebut-sebut sebagai perusahaan rokok dengan omzet terbesar dan menggeser PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang mengantongi penjualan Rp50,72 triliun pada semester I/2019 atau hanya naik 3,18% year-on-year.

Naiknya penjualan berdampak manis terhadap laba bersih Gudang Garam. Tercatat, laba bersihnya tumbuh 20,43% secara tahunan menjadi Rp4,28 triliun pada semester I/2019.

Jennifer Widjaja, Analis PT Sucor Securitas, melihat pendapatan GGRM sepanjang separuh pertama tahun ini didorong kenaikan volume penjualan seiring tren konsumen terhadap rokok dengan cita rasa yang lebih kuat dan harga terjangkau.

Menurutnya, GGRM tidak agresif menaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sepanjang tahun lalu. Strategi ini berdampak pada volume penjualan perseroan pada kuartal I dan II tahun ini.

Sementara itu, analis PT Kresna Securities Robertus Hardy mengatakan, pendapatan GGRM pada semester I/2019 tumbuh 16% secara tahunan, seiring dengan pertumbuhan penjualan produk sigaret kretek mesin yanng tumbuh 18% secara tahunan. Sigaret kretek mesin masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perseroan mencapai 92%.

"Margin operasional yang lebih tinggi berhasil mengangkat laba bersih GGRM lebih tinggi, 20% secara tahunan," katanya.

Lebih lanjut, penurunan harga saham GGRM hingga 12% dalam 4 bulan terakhir sebagai dampak dari rebalancing indeks LQ45, diperkirakan akan segera berakhir. Dalam pandangan analis, potensi penurunan harga saham akan semakin terbatas.

"Pada harga saat ini, GGRM menawarkan potensi dividend yield 3,5%," katanya dalam riset yang dirilis pada 31 Juli 2019.

Kresna Sekuritas memperkirakan pendapatan perseroan mencapai Rp109,8 triliun dan laba bersih Rp8,98 triliun pada tahun ini.

Kinerja PT Gudang Garam Tbk. (Rp Miliar)
PeriodePenjualanLaba bersihNet Profit Margin
semester I/201636.962,772.869,227,76%
semester I/201740.245,293.124,567,76%
Semester I/201845.305,023.554,707,85%
Semester I/201952.744,864.280,998,12%

Sumber: Laporan Keuangan perseroan, diolah.

Rekomendasi Saham

Dengan kapitalisasi pasar saat ini Rp143,49 triliun, saham GGRM diperdagangkan dengan proyeksi rasio harga per saham (price to earnings ratio/PER) 16 kali pada 2019 dan 20 kali pada 2020, sedikit di bawah rata-rata 17-18 kali dalam 3 tahun terakhir.

Oleh karena itu, Kresna Sekuritas memepertahankan rekomendasi beli terhadap saham GGRM dengan target harga Rp95.000, mencerminkan proyeksi PER 20 kali pada 2019 dan 18 kali pada 2020.

Menurut Robertus, risiko yang membayangi saham GGRM yakni sinyal cukai rokok yang lebih tinggi pada tahun ini, karena pemerintah telah mengeluhkan penerimaan pajak rokok yang relatif masih lemah pada kuartal I/2019.

Risiko investasi lainnya, pertumbuhan pendapatan penjualan SKM yang lebih rendah dari yang diperkirakan 19%-20% secara tahunan, dan kenaikan tarif cukai yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Sucor Securitas juga menjadikan GGRM sebagai salah satu top picks di emiten rokok, seiring dengan rencana perseroan fokus pada profitabilitas pada tahun ini, serta biaya operasional yang lebih stabil. Selain itu, kehadiran rokok elektrik bukan menjadi ancaman bagi GGRM karena segmen pasar yang berbeda.

GGRM juga bakal diuntungkan dari kenaikan dana bantuan sosial yang mendorong daya beli masyarakat. Produk GGRM termasuk dalam kategori rokok dengan cita rasa kuat, yang disukai petani di daerah.

Sucor Securitas mempertahankan rekomendasi beli terhadap saham GGRM dengan target harga Rp94.000. 

Di pasar saham, GGRM parkir di level harga Rp74.625 per saham pada akhir perdagangan Kamis (1/8/2019). Secara year-to-date, GGRM terkoreksi 10,8%.

Rekomendasi Saham PT Gudang Garam Tbk.

Sekuritas

Rekomendasi

Target Harga (Rp/Saham)

Mirae Asset Sekuritas Indonesia

trading buy

89.000

DBS Bank

buy

94.700

RHB Research

buy

100.000

Indo Premier Sekuritas

buy

92.000

Morgan Stanley

Overwt/Attractive

91.000

Credit Suisse

outperform

92.950

Macquarie

outperform

89.000

Bahana Sekuritas

buy

90.200

Panin Sekuritas

buy

90.000

Kresna Sekuritas

buy

95.000

Sumber: Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, gudang garam

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top