Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dari Rp10,4 Triliun, DIRE Simas Plaza Indonesia Raup Real Cash Rp4 Triliun

Sinarmas Asset Management menyampaikan bahwa real cash yang masuk dari penerbitan DIRE Simas Plaza Indonesia mencapai Rp4 triliun dari total dana yang dikumpulkan selama masa penawaran umum sebesar Rp10,4 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  14:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Sinarmas Asset Management menyampaikan bahwa real cash yang masuk dari penerbitan DIRE Simas Plaza Indonesia mencapai Rp4 triliun dari total dana yang dikumpulkan selama masa penawaran umum sebesar Rp10,4 triliun.

Al Iskandar Pringgodigdo, Associate Director Sinarmas Asset Management, menyampaikan bahwa total dana yang dikumpulkan dari investor atas penerbitan DIRE Simas Plaza Indonesia adalah senilai Rp10,4 triliun. Adapun investor yang masuk terdiri dari investor institusional dan ritel baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Dari luar negeri, perusahaan properti asal Jepang bernama Hankyu Hanshin Properties Corp. memegang porsi paling besar yaitu 19,9% dari seluruh total dana yang dihimpun. Sementara itu, dalam komposisi, institusi asing mengambil porsi sebanyak 20%—25%. Secara keseluruhan, porsi investor institusi sebanyak 90% dan sisanya dari investor ritel.

“Skema ada dua, inbreng dan dana cash. Real cash yang masuk ada sekitar Rp4 triliun dari total yang dikumpulkan dari penawaran umum Rp10,4 triliun [dan sisanya inbreng],” kata Al Iskandar di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pada tahap awal, DIRE Simas Plaza Indonesia melakukan investasi melalui PT Plaza Indonesia Investama dengan membeli 95,3% saham milik PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN) dan membeli 100% saham PT Sarana Mitra Investama (SMI).

Adapun, PLIN merupakan pemilik dan penguasa Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza Office Tower, dan Hotel Grand Hyatt Jakarta. Sementara itu, PT Sarana Mitra Investama merupakan pemilik saham PT PLaza Lifestyle Prima yang mengelola fX Sudirman.

Al Iskandar menjelaskan, alasan pemilihan untuk berinvestasi di aset tersebut karena aset properti milik PLIN dan SMI sudah ikonik, diversifikasi penyewa dan kualitasnya tinggi, terpapar pada populasi kelas menengah dan atas, pengemblian hasil investasi yang menarik, adanya diversifikasi portofolio, serta rekam jejak tim manajemen yang berpengalaman.

Dirinya menambahkan, DIRE Simas Plaza Indonesia bakal membagikan dividen sebanyak 2 kali dalam setahun dengan return sekitar 6%—8% per tahun. “Return-nya kami masib hitung karena tergantung hasil sewa di mal, gedung perkantoran, dan hotel. Kami perkirakan 6%-8% per tahun,” tutur Al Iskandar.

Secara sederhana, DIRE merupakan konsep investasi yang mana manajer investasi mengumpulkan dana dari investor untuk mengakuisisi aset properti komersial yang menjadi portofolio dari DIRE tersebut. Investor lantas memiliki unit penyertaan berdasarkan besaran investasinya yang mewakili kepemilikannya atas properti tersebut.

Dengan kepemilikan unit penyertaan, investor berhak untuk menikmati keuntungan dari hasil operasi atau penyewaan unit properti tersebut yang diberikan dalam bentuk dividen yield tetap per tahun yang akan dibayarkan per tiga bulan.

Sebelumnya, PT Plaza Indonesia Realty Tbk. telah mengumumkan bakal menjual saham hasil buyback kepada Plaza Indonesia Investam (PII).

Manajemen melalui keterbukaan informasi  BEI menyebutkan, PII merupakan special purpose company dari Dana Investasi Real Estate Indonesia yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Simas Plaza Indonesia.

PLIN tercatat membagi dividen tahun buku 2018 senilai Rp500 per saham atau sebesar total Rp1,7 triliun pada awal Juli.Pembagian dividen ini merupakan raihan laba bersih sepanjang 2018 lalu senilai Rp199,89 miliar dan saldo laba perseroan dari tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp1,586 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plaza indonesia dire pt sinarmas asset management
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top