Ringkasan Perdagangan 26 April: IHSG Bertenaga Lagi, Rupiah Lesu Sepanjang Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mematahkan pelemahannya dan kembali menyentuh level 6.400 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (26/4/2019), saat pasar saham global cenderung bergerak negatif.
Renat Sofie Andriani | 26 April 2019 19:59 WIB
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Jumat (5/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mematahkan pelemahannya dan kembali menyentuh level 6.400 pada akhir perdagangan Jumat (26/4/2019). Sementara itu pasar saham global cenderung bergerak negatif.

Bursa saham global rata-rata turun tipis menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS). Sementara itu, indeks dolar AS bergerak menuju kenaikan mingguannya seiring dengan ekspektasi bahwa ekonomi AS akan mengungguli negara-negara lain.

Nilai tukar rupiah pun berakhir melemah menggenapi pelemahannya sepanjang pekan ini selama lima hari perdagangan berturut-turut akibat terdampak penguatan dolar AS.

Berikut ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

IHSG Bangkit Kembali Tembus 6.400 Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya dan kembali menembus level 6.400 pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Kamis (25/4), IHSG jeblos ke kisaran level 6.300 dengan ditutup melemah 1,16 persen atau 75,1 poin di level 6.372,79, level penutupan terendahnya sejak 12 Maret.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 211 saham menguat, 186 saham melemah, dan 235 saham stagnan.

Empat Hari Beruntun, Investor Asing Jual Bersih di IDX

Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari keempat berturut-turut.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp8,18 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 12,35 miliar lembar saham.

Bursa Global Turun Tipis Jelang Rilis Data PDB AS

Bursa saham global rata-rata turun tipis, menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat.

"Data PDB yang stabil akan memperkuat daya tarik (saham) yang bullish karena kekhawatiran atas resesi akan berkurang. Sebaliknya, kemungkinan penurunan dapat memicu aksi ambil untung menjelang akhir pekan,” ujar Konstantinos Anthis, kepala penelitian di ADSS.

Rilis data PDB tersebut juga dapat menentukan keputusan suku bunga acuan Bank Sentral AS Federal Reserve pekan depan, dimana investor akan berupaya mengantisipasi bagaimana The Fed merespons sebagian besar indikator data yang kuat.

Rupiah Melemah Lima Hari Beruntun

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan hari kelima beruntun akibat terdampak penguatan dolar AS.

Sepanjang pekan ini, nilai tukar rupiah telah turun sebanyak 154 poin dari level apresiasi terakhirnya di Rp14.045 per dolar AS pada Kamis (18/4).

Di sisi lain, indeks dolar AS telah menguat selama beberapa hari terakhir dan bergerak menuju kenaikan mingguannya saat investor memperkirakan bahwa ekonomi AS akan mengungguli negara-negara lain.

Pergerakan Harga Emas Comex dan Antam Hari Ini

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 naik 3,20 poin atau 0,25 persen ke level US$1.282,90 per troy ounce pukul 18.41 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.278,90-US$1.285,40 per troy ounce.

Harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta pun naik menjadi Rp661.000 per gram, mencatat kenaikan sebesar Rp3.000 dari posisi perdagangan pada Kamis (25/4).

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di posisi Rp581.000 per gram atau naik Rp4.000 dari posisi perdagangan Kamis.

Investor Ambil Untung Jelang Liburan Golden Week, Harga Karet Turun

Harga karet tergelincir ke zona merah dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini, terbebani aksi ambil untung investor menjelang liburan Golden Week di Jepang.

Pada saat yang sama, ada pula kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global yang lebih lemah dapat membatasi permintaan untuk komoditas bahan baku ban ini.

Nilai tukar yen Jepang, yang bersifat sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran global, pun bergerak menuju apresiasi mingguan keduanya terhadap dolar AS saat investor mengambil posisi pada perdagangan terakhir sebelum liburan Golden Week yang akan berlangsung selama 10 hari (27 April-6 Mei).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup