Investor Ambil Untung Jelang Liburan Golden Week, Harga Karet Turun

Harga karet tergelincir ke zona merah dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (26/4/2019), terbebani aksi ambil untung investor menjelang liburan Golden Week di Jepang.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 April 2019  |  15:22 WIB
Investor Ambil Untung Jelang Liburan Golden Week, Harga Karet Turun
Buruh mengecek lembaran karet yang baru saja dicetak di pabrik pengolahan karet Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (PD CMJT), Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (19/9/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet tergelincir ke zona merah dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (26/4/2019), terbebani aksi ambil untung investor menjelang liburan Golden Week di Jepang.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,89 persen atau 1,70 poin di level 189,30 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (25/4/2019), harga karet kontrak Oktober mampu berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,74 persen atau 1,40 poin di level 191 yen per kg.

Dilansir Bloomberg, bursa karet berjangka di Tokyo melemah sekaligus mengikis kenaikan mingguannya saat investor mengambil untung menjelang liburan Golden Week.

Ada pula kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global yang lebih lemah dapat membatasi permintaan untuk komoditas bahan baku ban ini.

Produksi pabrik Jepang secara tak terduga turun pada Maret, sehingga meningkatkan kemungkinan penyusutan Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Sakura selama paruh pertama.

Data indikator ekonomi negara berkekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini dirilis hanya sehari setelah Korea Selatan, penentu arah untuk perdagangan dan teknologi global, mengejutkan pasar dengan melaporkan kontraksi PDB terburuknya dalam satu dekade.

Hal ini menandakan bahwa yang terburuk dari perlambatan global mungkin belum akan berakhir.

Nilai tukar yen Jepang, yang bersifat sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran global, pun bergerak menuju apresiasi mingguan keduanya terhadap dolar AS saat investor mengambil posisi pada perdagangan terakhir sebelum liburan Golden Week yang akan berlangsung selama 10 hari (27 April-6 Mei).

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini dapat tergerus.

Sejalan dengan bursa Tocom, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange berakhir melemah 0,74 persen atau 85 poin di level 11.400 yuan per ton pada perdagangan Jumat (26/4).

Turut membebani karet, harga minyak mentah acuan global Brent untuk kontrak Juni 2019 terpantau lanjut turun 0,27 persen atau 0,20 poin ke level US$74,15 per barel pukul 14.32 WIB, setelah ditutup melemah 0,30 persen di level 74,35 pada perdagangan Kamis (25/4).

Minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019  juga lanjut turun 0,31 persen atau 0,48 poin ke level US$64,90 per barel sore ini, setelah berakhir melemah lebih dari 1 persen di posisi 65,21 pada Kamis.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan (persen)

26/4/2019

189,30

-0,89

25/4/2019

191,00

+0,74

24/4/2019

189,60

-0,11

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga karet

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup