PM Li Keqiang Janjikan Dukungan Ekonomi, Pasar Saham China Rebound

Pasar saham China berhasil rebound dari pelemahannya dan ditutup naik cukup tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (15/3/2019), setelah Perdana Menteri Li Keqiang menjanjikan langkah-langkah kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  16:44 WIB
PM Li Keqiang Janjikan Dukungan Ekonomi, Pasar Saham China Rebound
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham China berhasil rebound dari pelemahannya dan ditutup naik cukup tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (15/3/2019), setelah Perdana Menteri Li Keqiang menjanjikan langkah-langkah kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup menguat 1,04% atau 31,07 poin di level 3.021,75, setelah berakhir melorot 1,20% atau 36,27 poin di posisi 2.990,68 pada Kamis (14/3).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisikan saham-saham blue chip hari ini berakhir menanjak 1,26% atau 46,52 poin di level 3.745, setelah ditutup melemah 0,69% atau 25,71 poin di level 3.698,49 kemarin.

PM Li Keqiang hari ini menyatakan bahwa China tidak akan membiarkan pertumbuhan ekonomi keluar dari kisaran yang wajar di tengah tekanan pada perekonomiannya.

Li menjanjikan langkah-langkah kuat untuk mendukung pertumbuhan, dengan mengatakan bahwa pemerintah dapat menggunakan perangkat seperti cadangan wajib dan suku bunga.

“China akan memangkas pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sektor manufaktur dan sektor lainnya pada 1 April dan biaya jaminan sosial mulai 1 Mei,” terang Li dalam suatu konferensi pers yang menandai akhir pertemuan tahunan Kongres Nasional China, seperti dilansir Reuters.

Langkah-langkah itu diambil setelah China menurunkan target pertumbuhannya menjadi 6% hingga 6,5% untuk 2019, turun dari sekitar 6,5% tahun lalu.

Namun, tanda-tanda tekanan ekonomi tetap menahan penguatan pasar saham. Pernyataan Li muncul setelah China melaporkan bahwa produksi industri mencatat pertumbuhan bulanan paling lambat dalam 17 tahun, dan tingkat pengangguran naik secara month-on-month.

“Pasar mengharapkan langkah-langkah bijaksana untuk mendukung pertumbuhan, bukan penurunan suku bunga acuan,” ujar Zhang Qi, seorang analis dengan Haitong Securities di Shanghai.

“Kita baru saja mengalami beberapa tahun yang sulit untuk penurunan utang. Saya pikir tidak akan ada pelonggaran penuh,” tambahnya.

Sepanjang tahun ini, indeks Shanghai telah naik 21,2% sedangkan indeks CSI 300 meningkat 24,4%.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong berakhir menguat 0,56% atau 160,87 poin di level 29.012,26, setelah ditutup naik 0,15% atau 43,94 poin di posisi 28.851,39 pada Kamis (14/3).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china, shanghai composite index

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top