HERO Habiskan Rp1,38 Triliun untuk Restrukturisasi Bisnis Makanan

Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk. mengeluarkan biaya non perdagangan sebesar Rp1,38 triliun untuk menata ulang bisnis makanan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 01 Maret 2019  |  10:27 WIB
HERO Habiskan Rp1,38 Triliun untuk Restrukturisasi Bisnis Makanan
Warga memasuki gerai Hero di kawasan Gondangdia, Jakarta, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk. mengeluarkan biaya non perdagangan sebesar Rp1,38 triliun untuk menata ulang bisnis makanan.

Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengungkapkan biaya non perdangangan sebagian besar berkaitan dengan pos non kas. Kebijakan ini dilakukan agar perseroan bisa maju dan membersihkan masalah masa lalu, supaya tidak terus menjadi hambatan pada kinerja keuangan di masa mendatang.

Nilai penyesuaian non perdagangan senilai Rp1,38 triliun tersebut terdiri atas penurunan nilai aset senilai Rp1,28 triliun dan biaya perbaikan bisnis senilai Rp93 miliar.

Setelah melakukan restrukturisasi, emiten bersandi HERO itu mengaku siap melakukan transformasi untuk masuk ke era peritel yang baru guna menciptakan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Lindvall menuturkan transformasi itu membutuhkan waktu, upaya, keteguhan, dan tekad yang kuat. Strateginya yakni menyeimbangkan kembali proposisi bisnis makanan untuk mencegah pelemahan lebih lanjut pada bisnis tersebut.

HERO menyampaikan telah mulai menangani hal-hal penting di mana perusahaan merasa tertinggal, terutama dalam pengembangan format toko.

Sebagai contoh, perseroan menganalisis penawaran kepada pelanggan serta pemilihan produk. Strategi itu diyakini akan membuat keputusan yang lebih baik untuk pertumbuhan toko.

Selain itu, HERO juga sedang dalam proses mendesain ulang penawaran produk fresh dan grocery serta merampingkan general merchandise dan apparel.

Dalam saat yang bersamaan, perseroan menyatakan terus berinvestasi pada pertumbuhan bisnis kesehatan dan kecantikan Guardian maupun bisnis perabotan rumah tangga IKEA.

"Rencana transformasi multi-tahun kami yang komprehensif, strategis, dan mendasar sudah dipersiapkan dan akan mentransformasi perusahaan dan semua potensinya ke era ritel yang baru," papar perseroan dalam keterangan resmi, Kamis (28/2/2019).

Melalui transformasi ini, HERO mengungkapkan akan membangun bisnis yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan dengan keseimbangan dan perpaduan yang tepat dalam portofolio ritel, sehingga mampu memberikan keuntungan di tengah berlangsungnya perubahan industri yang signifikan.

Saat ini, HERO sedang menjalankan program percontohan yang merupakan program penataan ulang ruang usaha dan uji coba berbagai inovasi dalam format. Tidak hanya fokus pada makanan segar dan optimalisasi ragam produk, Lindvall menerangkan perseroan juga bisa melakukan penataan ulang ruang usaha.

Terkait berbagai strategi di bisnis makanan ini, perseroan melakukan penyesuaian biaya yang signifikan. Di sisi lain, HERO juga memangkas nilai aset berkinerja buruk, menghapus stok berkualitas buruk, dan mengeluarkan berbagai biaya untuk perbaikan bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hero supermarket, emiten ritel

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top