Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Capital Inflow Deras Mengalir, IHSG Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya dan ditutup menguat pada perdagangan ini, Rabu (30/1/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  17:43 WIB
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya dan ditutup menguat pada perdagangan ini, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,43% atau 27,71 poin di level 6.464,19 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (29/1), IHSG berakhir melemah 0,34% atau 22,23 poin di posisi 6.436,48.

IHSG mulai rebound ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,14% atau 8,93 poin di level 6.445,41. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.435,42 – 6.464,93.

Empat dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin sektor infrastruktur (+1,38%) dan konsumer (+1,25%). Lima sektor lainnya menetap di zona merah, dipimpin sektor properti yang melemah 0,86%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 199 saham menguat, 211 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 3,10% dan 1,88% menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG hari ini.

Di sisi lain, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) yang masing-masing turun 3,80% dan 4,01% menjadi penekan utama sekaligus membatasi kenaikan IHSG hari ini.

Dalam risetnya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat pola uptrend IHSG telah terbentuk cukup kuat.

Penguatan itu, menurutnya ditopang oleh capital inflow yang masih terus deras mengalir. Ini menunjukkan bahwa potensi untuk dapat meraih level tertinggi sepanjang masa yang baru semakin terbuka lebar yang tentunya juga ditunjang sisi fundamental perekonomian yang kuat.           

Aksi beli bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ke-2 berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net buy sebesar Rp14,6 triliun pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan neraca pembayaran pada kuartal IV/2018 akan berbalik surplus hingga sekitar US$5 miliar dari posisi defisit US$4,4 miliar pada kuartal III/2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, hal ini dipicu oleh arus masuk dana asing pada kuartal terakhir 2018 sehingga neraca modal di dalam neraca pembayaran berhasil mencetak surplus US$12 miliar.

"Dengan demikian, balance of payment Indonesia masih bisa mengalami surplus US$5 miliar," kata Perry di Mandiri Investment Forum 2019, Rabu (30/01).

Selain itu, Bank Indonesia meyakini laju inflasi akan terkendali di bawah 3,5% pada 2019, dengan tetap menjaga komponen inflasi administered prices dan volatile food sesuai target.

Bank Indonesia (BI) menetapkan sasaran inflasi administered prices atau harga yang diatur pemerintah di kisaran 2%-4% pada 2019. Adapun inflasi dari volatile food atau harga pangan bergejolak sebesar 3%-5% pada 2019.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berhasil rebound mematahkan koreksi dua hari sebelumnya. Indeks Bisnis-27 berakhir menguat 0,38% atau 2,15 poin di level 573,79, setelah ditutup turun 0,33% di posisi 571,64 pada perdagangan Selasa (29/1).

Di sisi lain, indeks saham lainnya di Asia mayoritas berakhir memerah hari ini, di antaranya indeks FTSE KLCI Malaysia (-0,37%), indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,42%), dan indeks PSEi Filipina (-0,88%).

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing berakhir turun 0,52% dan 0,41%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 kompak melemah masing-masing sebesar 0,72% dan 0,80%.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode(%)
UNVR+3,10
HMSP+1,88
BBRI+1,63
BMRI+1,75
PGAS+6,75

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode(%)
CPIN-3,80
INTP-4,01
SMMA-4,76
BBCA-0,36
SMGR-2,52

 Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top