SIAP Targetkan Produksi Batu Bara 190.000 Ton

PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) menargetkan produksi batu bara perdana perseroan mencapai 190.000 ton sampai akhir 2018.
Hafiyyan | 30 Juli 2018 06:00 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA--PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) menargetkan produksi batu bara perdana perseroan mencapai 190.000 ton sampai akhir 2018.

Direktur Utama Sekawan Intipratama Christian Victor Ponto menyampaikan SIAP melalui anak usahanya PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC) menyiapkan produksi batu bara perdana.

Proses pembukaan lapisan penutup tambang di Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur, itu sudah dimulai pada awal Juli 2018. Oleh karena itu, coal getting dapat dilakukan sejumlah 30.000 ton sampai akhir bulan ini.

Selanjutnya, rencana produksi sejumlah 30.000 ton per bulan masih berlaku sampai 60 hari ke depan karena IWBMC baru mengoperasikan 1 fleet. Setelah mengoperasikan 2-3 fleet, volume produksi batu bara meningkat menjadi 50.000 ton per bulan.

"Dengan demikian sampai akhir 2018 kami menargetkan produksi baru bara 190.000 ton, " ujarnya akhir pekan lalu.

Perusahaan dapat menjual produknya yang berkalori rendah 3.200--3.400 Kcal/kg dengan harga US$23 per ton. Dengan ongkos produksi US$13 per ton, SIAP dapat mengantongi laba kotor US$1,9 juta.

Pada tahun depan, perusahaan akan semakin mengembangkan eksplorasi dan infrastruktur, sehingga dapat memproduksi batu bara sejumlah 1,8 juta ton. Dengan estimasi harga jual US$23 per ton dan ongkos produksi US$13 per ton, SIAP dapat membukukan laba kotor US$18 juta.

Christian menyebutkan, perseroan mengincar pasar ekspor seperti India dalam memasarkan batu bara, karena kalori rendah belum bisa diserap PLTU domestik. Mayoritas kebutuhan batu bara PLN menggunakan spesifikasi sekitar 4.000 Kcal/kg.

IWBMC sebetulnya juga memiliki produk berkalori 4.000-an Kcal/kg, tetapi letaknya lebih dalam. Total cadangan terbukti dan tereka tambang itu mencapai 586 juta ton di bawah luas lahan konsesi 285 hektare (ha).

Ke depannya, perseroan juga mengincar proyek PLTU mulut tambang berkapasitas 2x100 MW. SIAP merencanakan akan mengikuti beauty contest dari PLN.

Nantinya, PLTU tersebut akan menggunakan peralatan dan infrastruktur yang sesuai dengan produk batu bara IWBMC. Dengan demikian, produk perseroan juga dapat diserap PLN.

Direktur Operasional Sekawan Intipratama Sebastian Jaafar menyampaikan, produk batu bara berkalori rendah, selain untuk PLTU, juga dapat dicampur dengan batu bara berkalori tinggi dengan kandungan sulfur yang lebih banyak. Ini membuat produk perseroan dapat didistribusikan ke pasar industri lain.

Di samping ekspansi batu bara, SIAP akan menambah 1 klaster di tambang batu andesit di Kab. Bandung Barat, Jawa Barat. Saat ini, kapasitas produksi mencapai 15.000 m2 per tahun. Penambahan klaster baru membuat kapasitas produksi meningkat menjadi 50.000 m3 per tahun.

"Tambang andesit akan kami lanjutkan pengembangannya karena potensi tinggi. Depositnya cukup banyak hingga 38 juta m3," paparnya.

Per Maret 2018, perusahaan membukukan pendapatan Rp120,79 juta, yang seluruhnya berasal dari bisnis andesit. Padahal, pada kuartal I/2017 SIAP masih membukukan pendapatan dari penjualan pelumas PT Pertamina (Persero) sebesar Rp102,93 juta.

Buka Suspensi
Christian berharap, dengan adanya prospek usaha di bisnis batu bara, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat membuka kembali suspensi perdagangan sahamnya.

Rencananya, pada 1 Agutus 2018 direksi SIAP akan bertemu dengan BEI perihal pembukaan kembali perdagangan sahamnya.

"Doain ya, perdagangan [saham] dibuka. Karena apalagi yang ditunggu bursa. Bayar iuran sudah, produksi sedang berjalan. Pertemuan lagi hearing sama bursa tanggal 1 Agutus," tuturnya.

Tag : sekawan intipratama
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top