Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekawan Intipratama (SIAP) Optimistis Tambang Indowahana Bara Berproduksi Februari

PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) optimistis produksi tambang Indowahana Bara Minning Coal bisa dimulai pada Februari 2018 dengan tingkat produksi awal di level 50.000 ton.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 27 November 2017  |  20:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) optimistis produksi tambang Indowahana Bara Minning Coal bisa dimulai pada Februari 2018 dengan tingkat produksi awal di level 50.000 ton.

Dalam paparan publik yang diselenggarakan pekan lalu, perseroan mengungkapkan bahwa saat ini order peralatan untuk tambang baru bisa dipenuhi dalam waktu lebih dari satu tahun.

“Perusahaan sudah memilih peralatan sejak bulan Desember tahun lalu untuk memenuhi target initial produksi 50.000 ton pada Februari 2018 dan perusahaan yakin target ni bisa dicapai,” tulis Divisi Kesekretariatan Perusahaan PT Sekawan Intipratama Tbk. Kusminarsih Suhadi, Senin (27/11/2017).

Perseroan mengungkapkan persoalan hujan bisa dikelola dengan sistem drainase yang baik. Selain itu, panjang hauling road hanya 7 kilometer dari jetty juga merupakan kelebihan bagi operasi.

Menurutnya, batu bara dari tambang Indowahana Bara Minning Coal (IWBMC) termasuk dalam kategori batu bara dengan nilai kalori rendah sehingga harus dijaga tingkat kelembapan atau moisture agar harga bisa menjadi lebih tinggi lagi.

Pada Juli, perseroan menargetkan akan memproduksi batu bara dengan kalori rendah pada paruh kedua tahun ini, yakni pada Oktober 2017 dengan kapasitas produksi 50.000 ton sampai akhir tahun.

Perseroan kala itu tengah menyeleksi kontraktor untuk kegiatan produksi yang prosesnya diperkirakan tuntas pada Agustus. Anak usaha perseroan, akan menandatangani kontrak dengan kontraktor tersebut.

Direktur Utama SIAP M. Salahuddin Noor mengatakan anak usaha perseroan yakni PT Indowahana Bara Minning Coal (IWBMC) akan menjalankan kegiatan produksi batubara di Melak, Kalimantan Timur.

"Agreement kami harapkan pertengahan Agustus dan bisa mobilisasi alat ke lapangan. Langsung melakukan produksi 50.000 ton sampai akhir tahun dan meningkat di 2018 menjadi 100.000 ton," katanya saat paparan publik, Senin (24/7/2017).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekawan intipratama
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top