Emiten Migas Ratu Prabu Energy (ARTI) Bidik Pendapatan Rp300 Miliar

Emiten pertambangan minyak dan gas (migas) PT Ratu Prabu Energy Tbk. (ARTI) menargetkan pendapatan pada 2018 senilai Rp300 miliar dan laba bersih Rp40 miliar.
Hafiyyan | 17 Mei 2018 21:32 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan minyak dan gas (migas) PT Ratu Prabu Energy Tbk. (ARTI) menargetkan pendapatan pada 2018 senilai Rp300 miliar dan laba bersih Rp40 miliar.

Direktur Ratu Prabu Energy Gemilang Zaharin menyebutkan, bisnis migas semakin bergeliat seiring dengan memanasnya harga. Oleh karena itu, pada 2018 perusahaan bisa memperkirakan membukukan pendapatan lebih dari Rp300 miliar. "Kalau laba bersih [pada 2018] kemungkinan Rp30 miliar-Rp40 miliar," tuturnya, Rabu (16/5/2018).

Per Maret 2018, perusahaan membukukan pendapatan Rp87,51 miliar, naik 57,39% year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp55,59 miliar. Laba bersih mencapai Rp1,81 miliar, tumbuh 18,17% yoy dari kuartal I/2017 sebesar Rp1,53 miliar.

Rincian pendapatan pada kuartal I/2018 ialah Rp42,6 miliar dari penyewaan rig dan peralatan perminyakan, Rp22,5 miliar dari jasa konsultan perminyakan, serta penyewaan bangunan sebesar Rp20,97 miliar.

Pelanggan terbesar ARTI ialah Conoco Philips Indonesia Inc. Ltd. yang berkontribusi Rp24,82 miliar dan MEDCO E&P Natuna Ltd. yang menyumbang Rp11,76 miliar.

"Kontrak Conoco dan Medco berlangsung untuk 3 tahun, kemudian bisa diperpanjang kembali," ujarnya.

Gemilang menyebutkan, di samping bisnis migas, perusahaan sudah berekspansi ke pengeboran geothermal. Hal ini turut menunjang kebutuhan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam program daya listrik 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah.

Bisnis geothermal sudah dimulai September 2017. Per Maret 2018, kontribusinya terhadap total pendapatan baru berkisar 20%, dan diperkirakan meningkat menjadi 40% pada akhir 2018.

"Jadi motor utama pendapatan kita ada dua, bisnis jasa minyak dan gas, serta bisnis geothermal," paparnya.

Di samping itu, ARTI berencana menambang emas di Kab. Murung Raya, Kalimantan Tengah mulai Agustus 2018. Target produksi awal berkisar 1 kilogram per bulan. Sejumlah 85% saham perusahaan penambang emas itu dipegang oleh Ratu Prabu Energy, sedangkan 15% lainnya merupakan milik pemda setempat.

Untuk membiayai kegiatan operasional pada 2018, perusahaan mengalokasikan belanja modal sekitar US$5 juta--US$7 juta. Sumber pendaan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.

Gemilang menyebutkan, manajemen PT Ratu Prabu, sebagai pemegang saham utama ARTI, merencanakan buy back saham dalam jangka panjang. Namun, hal ini tentunya perlu mendapatkan izin terlebih dahulu dari OJK.

Per Desember 2017, kepemilikan ARTI di Ratu Prabu mencapai 35,35%. Pemegang saham lainnya yakni Dana Pensiun Bukit Asam 9,38%, dan publik 55,27%.

Dengan adanya buy back, kepemilikan Ratu Prabu terhadap ARTI diharapkan naik di atas 50%. Aksi korporasi ini juga bertujuan mengatraktifkan kembali saham ARTI yang tertidur di level Rp50.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, ratu prabu tbk

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top