Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FIRST MEDIA (KBLV) Tidak Lagi Konsolidasi Laporan Keuangan Link Net

Setelah melepas saham di Link Net, PT First Media Tbk. tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan anak usahanya itu.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 28 Oktober 2014  |  22:00 WIB
/Bisnis/Rahmatullah
/Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melepas saham di Link Net, PT First Media Tbk. tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan anak usahanya itu.

First Media (KBLV) berencana menjual 11% kepemilikan sahamnya dalam Link Net (LINK). Bila terealisasi, maka kepemilikan saham KBLV atas saham LINK turun dari 41% menjadi 30%.

"Oleh karena itu, sesuai ketentuan PSAK 4 (Revisi 2009), maka perseroan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan Link Net setelah pelaksanaan transaksi," tulis manajemen First Media dalam materi paparan publik, Selasa, (28/10/2014).

Prediksi perseroan, jumlah aset setelah transaksi pelepasan 11% kepemilikan saham menjadi Rp9,68 triliun dari sebelumnya Rp5,55 triliun.

Adapun, jumlah liabilitas setelah transaksi diperkirakan menyusut menjadi Rp1,22 triliun dari sebelumnya Rp1,81 triliun. Perhitungan tersebut mengacu pada laporan keuangan per 30 Juni 2014.

KBLV, Asia Link Dewa Pte. Ltd., dan pemegang saham penjual lainnya melalui mekanisme private placement akan menjual 30% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam LINK. Harga penjualan saham Rp6.000 per saham yang telah ditentukan melalui proses bookbuilding.

KBLV sendiri mendivestasikan 11% sahamnya dalam LINK. Dana yang akan diterima KBLV sekitar Rp2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman, mengembangkan bisnis perseroan terutama di bidang teknologi, media, dan telekomunikasi, serta memperkuat struktur modal dan posisi kas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

first media kblv private placement link link net
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top