Sejak Januari Perburuan Investor terhadap Emas Meningkat

Bisnis.com, JAKARTA - Pertaruhan untuk meraih keuntungan pada perdagangan komoditas emas oleh perusahaan dana talangan dan sejumlah spekulan meningkat sejak harga emas bergerak naik Januari lalu pasca isyarat serangan militer AS ke Suriah mendorong harga

Bisnis.com, JAKARTA - Pertaruhan untuk meraih keuntungan pada perdagangan komoditas emas oleh perusahaan dana talangan dan sejumlah spekulan meningkat sejak harga emas bergerak naik Januari lalu pasca isyarat serangan militer AS ke Suriah mendorong harga ke level tertinggi dalam tiga bulan.

Para pengelola keuangan meningkatkan net-long position mereka hingga 34% menjadi 97.902 untuk futures and options pada 27 Agustus, yang tertinggi sejak 22 Januari, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka AS. Kepemilikan atas  kontrak jangka pendek anjlok 37% menjadi 32.088 atau penurunan paling tajam dalam 11 bulan. Kepemilikan net-bullish pada 18 komoditas yang diperdagangkan di AS naik 18% menjadi 824.251, tertinggi sejak Februari.

Harga emas, yang turun 27% dari rekor dua tahun lalu akibat investor kehilangan kepercayaan pada komoditas itu, naik selama empat pekan setelah permintaan terhadap koin, emas batangan dan perhiasan meningkat. Harga emas naik 6,3% pada Agustus, sedangkan ekuitas AS turun ke level terendah dalam kurun lebih dari satu tahun setelah negara-negara Barat membahas soal respons terhadap penggunaan senjata kimia di Suriah.

“Para investor sadar betul akan persepsi mereka soal emas,” ujar Michael Cuggino sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (2/9/2013). Cuggino mengelola dana US$12 miliar pada Permanent Portfolio Family of Funds Inc. di San Francisco.

Dia menambahkan bahwa pelaku pasar selalu membicarakan soal investasi, sedangkan permintaan emas secara fisik tidak pernah berkurang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Yusran Yunus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper