Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Reksa Dana Saham Lampaui Indeks Acuan

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah produk reksa dana saham memiliki rekam jejak imbal hasil (return) yang melampaui kinerja IHSG dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dapat menjadi pilihan para investor untuk investasi
Surya Mahendra Saputra
Surya Mahendra Saputra - Bisnis.com 15 Agustus 2013  |  07:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah produk reksa dana saham memiliki rekam jejak imbal hasil (return) yang melampaui kinerja IHSG dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dapat menjadi pilihan para investor untuk investasi jangka panjang.

Berdasarkan data Bloomberg, dua reksa dana milik PT Panin Asset Management yakni Portfolio Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima mencetak return tertinggi.

Reksa dana Portfolio Panin Dana Maksima terhitung konsisten mengalahkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Bloomberg mencatat reksa dana yang menempatkan dana investor pada pasar ekuitas dan pasar uang itu mempecundangi IHSG sebanyak tujuh kali dari periode 8 tahun.

Per 2 Agustus 2013. Panin Dana Maksima memiliki return 31,82%. Adapun secara year to date 2013, imbal hasilnya mencapai 12,8%, melampaui (outperform) dari kinerja IHSG pada periode yang sama sebesar 7,92%. Nilai aktiva bersih (NAB) produk itu mencapai Rp66.121 per unit penyertaan.

Adapun, produk lainnya yakni reksadana Panin Dana Prima membukukan return 29,94% sejak diterbitkan pada 2007. Produk itu mengeruk tambahan imbal hasil sepanjang tahun berjalan 2013 sebanyak 15,24%. Panin Dana Prima selalu outperform dari IHSG dalam 5 tahun terakhir.

Kinerja yang bagus juga ditunjukkan oleh PT MNC Asset Management yang diwakili oleh reksa dana MNC Dana Ekuitas dengan return 28,52%. Sebanyak empat kali dari periode 5 tahun, MNC Dana Ekuitas mempecundangi performa indeks acuan.

“Konsistensi reksa dana yang outperform dari IHSG itu bisa menjadi rekomendasi bagi investor yang mematok investasi medium to long term, seperti dana pensiun, pembiayaan rumah, sekolah anak, hingga modal usaha,” jelas Vilia Wati, analis PT Infovesta Utama kepada Bisnis, pekan lalu.

Perolehan imbal hasil dalam jangka waktu panjang juga dapat menutupi pertumbuhan inflasi yang bergerak pada kisaran 5%—6% untuk 5 tahun terakhir. Investor akan memperoleh nilai tambah dari dana yang ditempatkan perdana sejak berinvestasi di instrumen reksa dana.

JANGKA PANJANG

Vilia menilai investasi reksa dana ideal nya memang ditujukan untuk kepentingan jangka panjang. Untuk itu, investor tidak terlalu terpengaruh dengan perlambatan kinerja akibat melemahnya performa sejumlah aset, baik berupa ekuitas maupun obligasi.

Investor juga dapat memilih produk yang dikelola oleh manajer investasi dengan dana kelolaan besar seperti PT Schroder Investment Management Indonesia dan PT BNP Paribas Investment Partners, meskipun bobot fund sudah tidak ringan.

Beberapa produk Schroder juga cukup berkinerja apik untuk catatan investasi jangka panjang. Reksa dana Schroder Dana Prestasi dan Schroder Dana Istimewa juga berpengalaman melampaui kinerja indeks acuan.

Dalam 5 tahun periode kerja, reksa dana Schroder Dana Prestasi mengoleksi return 20,81, dan telah tumbuh 13,37% secara ytd 2013. Sementara itu, reksa dana Schroder Dana Istimewa meraih imbal hasil 20,71% dan hanya melewatkan satu dalam periode 8 tahun untuk outperform dari IHSG.

“Kami tidak punya alternatif pasar selain Indonesia. Jadi, pelemahan pasar, termasuk prospeknya nanti mendekati pemilu dan pilpres tahun depan, tidak mungkin membuat kami mengurangi porsi portofolio. Kami fokus untuk mengembangkan fund produk-produk yang sudah ada,” kata Direktur Utama Sch roder
Investment Management Michael Tjoajadi. (ltc)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksadana reksa dana mnc asset management schroder investment infovesta utama

Sumber : Bisnis Indonesia (15/8/2013)

Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top