Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kenaikan Pendapatan 10% pada 2025

Emiten terafiliasi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) membidik target pertumbuhan pendapatan 10% pada 2025.
PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) memperkirakan pendapatan bisa tumbuh sekitar 10 persen seiring peningkatan produksi pada 2023.
PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) memperkirakan pendapatan bisa tumbuh sekitar 10 persen seiring peningkatan produksi pada 2023.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kelapa sawit yang terafiliasi dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, PT Teladan Prima AgroTbk. (TLDN) membidik target pertumbuhan pendapatan 10% pada 2025. 

Pada 2024, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,1% dibandingkan dengan 2023 menjadi Rp4,21 triliun. Peningkatan itu didorong oleh naiknya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dan PK sepanjang tahun.

“Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, regional, dan domestik, serta dinamika industri dan prospek usaha sepanjang 2024, perseroan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis manajemen TLDN dalam Laporan Tahunan 2024 yang dikutip Jumat (4/4/2025). 

Dengan demikian, Teladan Prima Agro membidik pendapatan Rp4,63 triliun pada 2025.  

Lebih lanjut, TLDN mengharapkan peningkatan pendapatan berasal dari arus kas baru, khususnya produksi minyak inti sawit mentah (CPKO) dan bungkil sawit (PKE). 

Berdasarkan asumsi harga acuan rata-rata komoditas minyak kelapa sawit, inti kelapa sawit, dan turunannya selama 2024, TLDN memperkirakan akan terjadi penyesuaian harga bahan baku pada 2025. Hal itu diproyeksi mendorong harga lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan dan beban, perseroan memproyeksikan pertumbuhan laba setelah pajak sebesar 10% pada 2025,” paparnya. 

Target itu jauh lebih rendah dibanding capaian kenaikan laba tahun berjalan TLDN pada 2024 yang melonjak 82,73% secara tahunan menjadi Rp825,59 miliar pada 2024. 

Dengan target pertumbuhan sebesar 10%, TLDN membidik laba setelah pajak Rp908,14 miliar pada 2025. 

Untuk mencapai target pertumbuhan usaha dan mendukung pencapaian proyeksi tersebut, TLDN akan terus menjaga struktur modal yang sehat, termasuk mengelola rasio liabilitas terhadap aset dan ekuitas secara optimal. 

Perseroan merancang lima strategi usaha untuk menghadapi kondisi bisnis pada 2025. Pertama, memperkuat kapasitas operasional Kernel Crushing Plant (KCP) dan Biogas Power Plant (BPP) dengan menambah unit produksi pada entitas anak perseroan lainnya untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Kedua, mengembangkan produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi sebagai bagian dari strategi diversifikasi guna meningkatkan daya saing dan nilai bisnis perseroan. 

Ketiga, melanjutkan investasi dalam teknologi keberlanjutan sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta memitigasi dampak lingkungan. Investasi ini mencakup penerapan teknologi modern yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Keempat, mengembangkan lahan forestry untuk mendukung program carbon credit rating, yang bertujuan menambah nilai keberlanjutan perseroan sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. 

Kelima, meningkatkan sinergi internal melalui penguatan struktur organisasi, optimalisasi pengelolaan kinerja individu, serta implementasi nilai-nilai TELADAN sebagai dasar dalam membangun budaya kolaborasi yang proaktif dan produktif di seluruh lini organisasi.

Sebagai informasi, TLDN terafiliasi dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana karena ayahnya merupakan pendiri Teladan Group. Selain itu, Wisnu Wardhana yang merupakan suami Widiyanti merupakan Direktur Utama TLDN. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper