Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Incar 7.200, Rekomendasi Saham BBRI, BMRI, INCO, MDKA

IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju 7.200 dan RHB Sekuritas memberikan rekomendasi saham seperti  BBRI, BMRI, INCO, MDKA.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan menuju 7.200 pada perdagangan hari ini, Selasa (7/5/2024). RHB Sekuritas memberikan rekomendasi saham seperti  BBRI, BMRI, INCO, MDKA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG membukukan penguatan sebesar 0,02% atau 1,16 poin menuju posisi 7.135,89 pada Senin (6/5/2024). IHSG dibuka di posisi 7.135,41 dan sempat mencapai level tertingginya di 7.178,76.

Dari jajaran saham berkapitalisasi pasar jumbo, terpantau saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan kenaikan sebesar 2,03% ke Rp6.275. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 1,28% menuju level Rp9.900. Adapun saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,84% menuju posisi Rp4.790.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menyampaikan IHSG terlihat melakukan rebound disertai volume meski dengan bearish candle dan masih menguji garis MA5.

"Meski berpeluang untuk kembali rebound, namun selama dibawah garis MA100 maka berpeluang untuk menguji support garis MA200. Namun jika mampu breakout garis MA100 maka berpeluang untuk kembali membuat Higher High (HH) level dan menguji level tertingginya di Maret 2024," paparnya dalam publikasi riset.

Rentang pergerakan IHSG saat ini berada di kisaran 7.000 hingga 7.200. RHB Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, BMRI, INCO, MDKA.

Rekomendasi saham RHB Sekuritas

BBRI

  • Bank Rakyat Indonesia terlihat melakukan rebound meski dengan volume rendah dan menguji resistance garis MA5. Jika mampu breakout resistance garis MA5 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20.
  • Buy area disekitar 4770 dengan target jual di 5150 hingga 5625. Cut loss di 4680.

BMRI

  • Bank Mandiri terlihat melakukan rebound dari support garis MA200 dengan bullish harami candle. Selama diatas garis MA200 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20.
  • Buy jika breakout 6300 dengan target jual di 6700 hingga 7050. Cut loss di 6050

MDKA

  • Merdeka Copper Gold terlihat melakukan rebound dari support garis MA20 dengan kicking candle meski dengan volume rendah. Selama diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA100.
  • Buy area disekitar 2590 dengan target jual di 2720 hingga 2930. Cut loss di 2510.

INCO

  • Vale Indonesia terlihat melakukan rebound dari support garis MA50 dengan Higher High (HH) level dan breakout resistance garis MA20 disertai volume. Selama diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish.
  • Buy area disekitar 4230 dengan target jual di 4550 hingga 4750. Cut loss di 4010.

Sektor yang saat ini masih menunjukkan momentum positif ada pada sektor teknologi (GOTO, EMTK, DCII, BUKA), properti (PWON, BSDE, CTRA, DMAS), dan kesehatan (KLBF, MIKA, SIDO, HEAL).

Sektor yang saat ini masih menunjukkan momentum negatif ada pada sektor energi (ADRO, PTBA, PGAS, AKRA), basic material (TPIA, MDKA, INKP, INTP), industrial (ASII, UNTR, IMPC, ARNA), dan siklikal (MSIN, ACES, MAPI, SCMA).

Sektor yang menunjukkan mulai terbatasnya momentum positif ada pada sektor infrastruktur (TLKM, TBIG, JSMR, WIKA).

Sektor yang menunjukkan mulai terbatasnya momentum negatif ada pada sektor non-cyclical (UNVR, HMSP, CPIN, AMRT), finansial (BBCA, BBRI, BMRI, ARTO), dan transportasi (TMAS, SMDR, ASSA, BIRD).

Secara sektor momentum, disarankan agar mengurangi kepemilikan di sektor yang secara momentum negatif dan menambah kepemilikan pada sektor yang secara momentum positif. Untuk sektor yang secara momentum sudah bottom dapat melakukan strategi akumulasi secara berkala.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper