Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Borong Saham Prajogo Pangestu-Garibaldi Thohir meski IHSG Anjlok

Investor asing memborong sejumlah saham milik konglomerat Prajogo Pangestu TPIA-BREN dan Garibaldi Thohir ADMR-MBMA.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait makan malam bersama konglomerat ternama Indonesia, yaitu Sugianto Kusuma alias Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Oesman Widjaja, hingga Boy Thohir. Dok IG @maruararsirait.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait makan malam bersama konglomerat ternama Indonesia, yaitu Sugianto Kusuma alias Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Oesman Widjaja, hingga Boy Thohir. Dok IG @maruararsirait.

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing memborong sejumlah saham, termasuk milik konglomerat Prajogo Pangestu TPIA-BREN dan Garibaldi Thohir ADMR-MBMA, saat IHSG anjlok.

Pada perdagangan Selasa (16/4/2024), IHSG ditutup melemah 1,68% atau 122,07 poin ke level 7.164,80. IHSG bergerak pada rentang 7.066,57–7.285,78 sepanjang perdagangan.

Investor asing kemarin mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,47 triliun. sedangkan sepanjang 2024, nilai beli bersih investor asing berkurang menjadi Rp14,15 triliun.

Beberapa saham yang banyak dijual oleh investor asing diantaranya, BBCA dengan net sell Rp954,4 miliar, BBRI Rp664,4 miliar, TLKM Rp558,3 miliar, ASII Rp205,8 miliar, BMRI Rp107,3 miliar.

Selain menjual saham, beberapa investor asing juga masih tertarik pada beberapa saham perusahaan untuk menjdai pilihan beli saham. Berikut adalah penjelasannya.

Posisi pertama saham incaran investor asing di tempati oleh saham PT Barito Renewables Energy Tbk.(BREN) dengan nilai beli bersih Rp106,3 miliar. Saham emiten Grup Barito yang bergerak di bidang penyediaan energi terbarukan ini berhasil naik 7,94% atau 550 poin ke posisi Rp7.475 per saham.

Posisi selanjutnya masih dari saham emiten Grup Barito, yaitu saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA ) dengan nilai beli bersih Rp105,0 miliar. Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu ini berhasil naik 1,76%atau 125 poin ke posisi Rp7.225 per saham.

Selanjutnya adalah saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan nilai beli bersih Rp79,7 miliar. Saham perusahaan emas hingga bauksit ini juga turut naik 8,38% atau 140 poin ke posisi Rp1.810 per saham.

Posisi keempat adalah saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan nilai beli bersih Rp73,7 miliar. Saham perusahaan pertambangan nikel ini berhasil naik 7,32% atau 300 poin ke posisi Rp4.400 per saham.

Posisi berikutnya adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dengan nilai beli bersih Rp53,4 miliar. Namun sayangnya saham BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi ini melemah 0,36% atau 5 poin ke posisi Rp1.370 per saham.

Posisi selanjutnya ada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dengan nilai beli bersih Rp25,3 miliar. Saham emiten Sinarmas Group ini naik 1,57% atau 150 poin ke posisi Rp9.725 per saham.

Di posisi ketujuh ada saham PT AKR Corpindo Tbk. (AKRA) dengan nilai beli bersih Rp21,7 miliar. Saham perusahaan perdagangan BBM ini naik 4,61% atau 80 poin ke posisi Rp1.815 per saham.

Sementara itu pada posisi kedelapan saham incaran investor asing di huni oleh saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) dengan nilai beli bersih Rp21,1 miliar. Saham milik Garibaldi Thohir ini turut naik 7,46% atau 100 poin ke posisi Rp1.440 per saham.

Selanjutnya ada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dengan nilai beli bersih Rp17,0 miliar. Saham perusahaan ini naik 2,59% atau 15 poin ke posisi Rp595 per sahamnya.

Posisi terakhir ada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan nilai beli bersih Rp16,2 miliar. Saham perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan produk daging serta daging ungas ini naik 4,74% atau 250 poin ke posisi Rp5.025 per saham. (Fasya Kalak Muhammad)

Daftar 10 Saham Favorit Investor Asing Selasa (16/4/2024)

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk. (Rp106,3 miliar)
  2. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (Rp105,0 miliar)
  3. PT Aneka Tambang Tbk. (Rp79,7 miliar)
  4. PT Vale Indonesia Tbk. (Rp73,7 miliar)
  5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (Rp53,4 miliar)
  6. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (Rp25,3 miliar)
  7. PT AKR Corpindo Tbk. (Rp21,7 miliar)
  8. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (Rp21,1 miliar)
  9. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (Rp17,0 miliar)
  10. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (Rp16,2 miliar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper