Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilah-pilih Saham Migas saat Konflik Iran-Israel Kian Memanas

Memanasnya konflik Iran-Israel menjadi bahan bakar penguatan emiten sektor migas.
Memanasnya konflik Iran-Israel menjadi bahan bakar penguatan emiten sektor migas. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Memanasnya konflik Iran-Israel menjadi bahan bakar penguatan emiten sektor migas. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks sektor energi, termasuk di dalamnya minyak dan gas (migas) menguat di tengah kelesuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Memanasnya konflik Iran-Israel menjadi sentimen yang mendorong penguatan tersebut.

Menyitir data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024), saham indeks sektor energi alias IDXENERGY ditutup menguat 2,32% atau 50,11 poin menuju level 2.205,92. Pada periode yang saham, IHSG ambles 1,68% ke posisi 7.164,81.

Penguatan sektor energi tidak terlepas dari saham emiten migas yang kompak membukukan kenaikan. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) milik keluarga Panigoro, misalnya naik 3,85% ke level Rp1.620 per lembar.

Tak ketinggalan, saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) meningkat 4,61% menuju Rp1.815 per saham, lalu PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) milik Grup Bakrie terapresiasi 7,34% ke Rp234, disusul PT Elnusa Tbk. (ELSA) naik 2% menuju posisi Rp408.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Vicky Rosalinda menyampaikan bahwa meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel di Kawasan Timur Tengah menjadi berkah bagi emiten migas, tetapi mendorong kekhawatiran baru bagi pasar keuangan global.

Menurutnya, serangan drone dan rudal milik Iran ke Israel memiliki imbas pada sektor penerbangan, harga komoditas, hingga inflasi global. Kondisi tersebut lantas memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG hari ini.

“Prospek ke depan diperkirakan IHSG masih dapat akan turun melihat adanya sentimen dari Iran-Israel, tetapi IHSG masih dapat kembali menguat didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan berbagai rencana pemerintah untuk mendorong perekonomian Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Bisnis pada Selasa (16/4/2024).

Di tengah prospek tersebut, dia menilai saham emiten migas, seperti MEDC dan PGAS akan diuntungkan dari kondisi eksternal. Selain itu, saham emiten komoditas batu bara laiknya PTBA, ADRO, serta ITMG juga diperkirakan meningkat.

 

REKOMENDASI SAHAM MIGAS

Senior Analis Teknikal Mirae Asset Sekuritas Tasrul Tanar menuturkan, panasnya tensi geopolitik di Timur Tengah membuat emiten di sektor komoditas dan migas mengalami penguatan. Sebaliknya, sektor finansial dan konsumer cenderung melemah.

Menurut Tasrul, peluang kenaikan harga minyak masih terbuka, meski saat ini pergerakannya masih relatif terbatas. Secara statistik dalam 75 hari terakhir, pergerakan harga normal berada dalam standar deviasi 1,59 dari garis tengah uptrend channel.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (16/4), harga minyak Brent naik ke US$91 per barel setelah penurunan kecil pada hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) berada di atas US$86.

“Masih relatif valid di mana R-squared di 0,8863. Ini mengindikasikan hanya sekitar 11,37% harga bakal di luar pergerakan normalnya dalam 8 hari perdagangan,” ujarnya dikutip dari siaran Youtube Mirae Asset Sekuritas.

Di tengah kondisi saat ini, dia menuturkan saham yang dapat dicermati adalah PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang pada perdagangan sebelum libur Lebaran ditutup 1.735.

Menurutnya, saham AKRA masih bergerak menanjak dengan target harga di level 1.870 atau mencerminkan kenaikan 7,78%. Dia pun menyematkan rekomendasi trading buy AKRA dengan rentang 1.710 hingga 1.760 dan cut loss pada level 1.700.

Selanjutnya saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) juga berada dalam fase meningkat dengan target harga 426 atau meningkat 6,50% dari harga penutupan terakhir yakni 400. Rekomendasi trading buy juga disematkan pada rentang 392 – 410 dengan cut loss 390.

“Kemudian ada PT Energi Mega Persada Tbk. [ENRG] yang pada perdagangan terakhir 218 masih uptrend dengan target harga di 228 atau 4,59%. Buy on weakness dengan rentang trading harian 216 hingga 226, cut loss pada level 200,” ucap Tasrul Tanar.

Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memiliki target harga 1.600 atau meningkat 2,56% dari harga penutupan terakhirnya yakni 1.560. Rekomendasi sell on strength dengan rentang trading harian di 1.540 – 1.600, sementara cut loss 1.500.

___________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper