Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BSDE & PANI Kompak Menguat Tersengat Sentimen PSN Jokowi

Saham BSDE dan PANI menguat seiring keputusan Presiden Jokwi yang menetapkan pengembangan proyek keduanya sebagai Proyek Strategis Nasional.
Presiden Joko Widodo memberi hormat saat akan berangkat ke Australia dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Australia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Presiden Joko Widodo memberi hormat saat akan berangkat ke Australia dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Australia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) kompak menguat, seiring keputusan Presiden Joko Widodo yang menetapkan pengembangan proyek keduanya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/3/2024) hingga pukul 14.25 WIB, saham BSDE terpantau mengalami kenaikan 3,06% menuju level Rp1.010. Sementara itu, saham PANI meningkat sebesar 4,23% menjadi Rp5.550 per lembar.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menuturkan penetapan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai PSN diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua emiten. 

“Tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kinerja emiten terkait dengan marketing sales, karena ini menjadi bagian dari prospek yang positif dalam jangka panjang,” ujar Nafan kepada Bisnis, Senin (25/3). 

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari potensi penerapan kelonggaran moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun ini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan permintaan kredit pemilikan rumah ataupun kredit pemilikan apartemen. 

“Prospek positif lainnya adalah bahwa BSDE memiliki landbank yang besar, sementara PANI memiliki nilai tambah karena posisinya berada di tepi laut sehingga mampu melakukan reklamasi ataupun ekspansi bisnis dalam pengembangan properti,” ujarnya.

Mirae Asset Sekuritas menyematkan rekomendasi akumulasi baik untuk saham BSDE maupun PANI, dengan target harga masing-masing pada level Rp1.110 dan Rp6.550 per lembar. 

Dalam perkembangan lain, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan nilai investasi proyek PIK dan BSD diperkirakan mencapai Rp83,54 triliun. 

Haryo juga menyampaikan bahwa investasi tersebut berasal dari investor swasta, sehingga tidak membutuhkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua proyek ini juga ditujukan untuk mendorong konektivitas hingga pemerataan ekonomi nasional.

Secara rinci, PSN PIK 2 yang bakal dikembangkan pemerintah bersama Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma atau Aguan adalah green area dan eco-city yang berlokasi di Provinsi Banten. 

Haryo menjelaskan proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp65 triliun dengan penyerapan 6.235 tenaga kerja langsung. Kawasan PIK 2 juga nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang telah digarap sejak 2023.

“Pengembangan wilayah PIK 2 berbasis hijau bernama Tropical Coastland bakal dikembangkan di luas area mencapai 1.756 hektare serta ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan attractiveness bagi wisatawan,” kata Haryo.  

Selain itu, pengembangan Kawasan Terpadu BSD diperkirakan menyerap investasi sebesar Rp18,54 triliun. Proyek ini dilakukan di luas area sekitar 59,6 hektare dengan fokus pengembangan pada sektor pendidikan, biomedical, dan digital. 

----------------------------------

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper