Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Masuk 5 Besar Negara Investor Kripto Paling Cuan pada 2023

Indonesia ternyata menjadi salah satu negara yang investor kripto cuan banyak pada 2023. Tertarik mulai trading?
Warga mengakses informasi harga aset kripto melalui website CoinMarketCap di Jakarta, Minggu (20/11). Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat investor aset kripto di Indonesia pada tahun ini hingga September 2022 terus mengalami pertumbuhan di tengah gejolak yang terjadi pada kelas aset digital secara global. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga mengakses informasi harga aset kripto melalui website CoinMarketCap di Jakarta, Minggu (20/11). Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat investor aset kripto di Indonesia pada tahun ini hingga September 2022 terus mengalami pertumbuhan di tengah gejolak yang terjadi pada kelas aset digital secara global. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Para investor kripto asal Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang diperkirakan mendapat cuan jumbo dari transaksi kripto sepanjang 2023, berdasarkan kajian lembaga riset Chainalysis.

Data Tim Chainalysis yang diunggah pada pertengahan Maret 2024 itu memperkirakan bahwa keuntungan yang diperoleh investor secara global atas transaksi sepanjang 2023 mencapai US$37,6 miliar. 

Capaian tahun lalu itu lebih baik ketimbang periode 2022, di mana tren penurunan nilai membuat para investor di seluruh dunia boncos hingga US$127,1 miliar, bertolak belakang dari tren cuan maksimal pada periode 2021 yang mencetak keuntungan sampai US$159,7 miliar.

Apabila investor itu dipisahkan berdasarkan negara asal transaksi, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pemimpin dengan cuan mencapai US$9,36 miliar, menilik adopsi kripto di negara Paman Sam itu memang yang paling tinggi. 

Berikutnya, investor asal Inggris berada di peringkat kedua dengan akumulasi keuntungan US$1,39 miliar. Peringkat tiga sampai lima ditempati Vietnam, China, dan Indonesia, masing-masing dengan US$1,18 miliar, US$1,15 miliar, dan US$1,06 miliar.

Menyusul setelahnya, terdapat sekumpulan investor di tiga negara yang juga mencapai akumulasi cuan di atas US$1 miliar, di antaranya India, Rusia, dan Korea Selatan. Sementara negara dengan keuntungan di kisaran US$900 jutaan, yaitu Jerman, Turki, dan Argentina.

Tim Chainalysis menjelaskan bahwa akumulasi cuan atas kripto di negara berpendapatan menengah notabene terbilang tinggi, termasuk Indonesia, karena banyak investornya baru memulai adopsi pesat terhadap kripto dalam satu-dua tahun belakangan.

"Sebelumnya, kami telah mencatat dalam Laporan Geografi Mata Uang Kripto 2023 bahwa negara-negara dalam kategori berpenghasilan menengah ke bawah, menunjukkan adopsi mata uang kripto yang kuat dan tetap tangguh, bahkan di tengah pasar yang sedang lesu baru-baru ini," tulis Tim Chainalysis dalam laporannya, dikutip Selasa (19/3/2024).

Secara umum, tim menggunakan metodologi perhitungan basis data transaksi dari bursa terpusat dan layanan off-ramping alias wadah yang memungkinkan pertukaran kripto ke mata uang. 

Kemudian, Tim Chainalysis memperkirakan total keuntungan kolektif yang diperoleh pada setiap aset dengan mengukur perbedaan antara nilai Dolar AS dari semua penarikan aset, serta nilai seluruh simpanan aset. 

Metodologinya bertumpu pada fakta bahwa setiap setoran ke layanan yang menawarkan off-ramping mewakili potensi konversi menjadi uang tunai, dan oleh karena itu merupakan realisasi keuntungan, atau kerugian, atas aset tersebut. 

Setelah memperkirakan keuntungan aset kripto untuk pengguna setiap layanan yang dilacak menggunakan metodologi itu, tim mendistribusikan keuntungan tersebut ke masing-masing negara berdasarkan pangsa lalu lintas web yang diwakili setiap negara untuk setiap situs web layanan. 

"Meskipun metodologinya tidak sempurna, metodologi ini memberi kita perkiraan kuat mengenai keuntungan seluruh aset populer yang diperdagangkan di bursa terpusat. Kombinasi data transaksi dan lalu lintas web ini juga merupakan kerangka kerja yang sama yang kami gunakan untuk menghitung Indeks Adopsi Kripto Global tahunan kami," tambahnya. 

Popularitas Kripto di Indonesia

Indonesia sebenarnya telah menjadi sorotan Chainalysis pada Laporan Geografi Mata Uang Kripto 2023 yang terbit akhir tahun lalu. Pasalnya, Indonesia berhasil menjadi negara dengan indeks adopsi kripto di peringkat ke-7 dari 155 negara, tepatnya di bawah India, Nigeria, Vietnam, AS, Ukraina, dan Filipina.

Pasalnya, RI terbilang unggul dari aspek Decentralized Finance value received ranking dan Retail Decentralized Finance value received ranking, serta menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan transaksi volume terbesar di kawasan Asia.

Lembaga edukasi Pintu Academy juga mengakui bahwa seiring dengan meningkatnya popularitas aset kripto sebagai sarana investasi, banyak orang Indonesia yang mulai tertarik untuk terjun ke dalam dunia trading kripto. 

Namun, sebelum memulai perjalanan trading, Pintu Academy menekankan bahwa investor pemula harus mengingat beberapa langkah penting yang harus dipersiapkan untuk memastikan keberhasilan dan meminimalisir risiko.

"Pertama-tama, penting untuk memahami dan menentukan apakah Anda memiliki waktu, fokus, dan dedikasi yang diperlukan untuk belajar trading, atau apakah Anda lebih cenderung kepada strategi investasi jangka panjang," jelas tim Pintu Academy.

Pastikan juga menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Bappebti, seperti aplikasi PINTU. Selain itu, pendekatan ini memiliki perbedaan mendasar yang harus dipahami sebelum memulai. 

Pertama, tentukan risiko yang diinginkan karena fluktuasi harga di pasar kripto dapat sangat volatil, terutama pada aset selain Bitcoin. Memahami hal ini akan membantu dalam mengalokasikan dana yang tepat untuk investasi kripto.

Selain itu, psikologi dan disiplin trading menjadi faktor kunci dalam menghadapi pasar yang tidak menentu. Membuat rencana trading yang baik dan konsisten menjalaninya tanpa panik saat harga turun adalah salah satu kunci sukses dalam trading kripto.

Sebelum memulai, pemahaman tentang analisis fundamental, teknikal, dan on-chain juga sangat diperlukan. Analisis ini akan membantu Anda dalam membuat keputusan yang lebih informatif dan berdasarkan data saat trading.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper