Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS usai BI Tahan Suku Bunga

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke level Rp15.635 pada hari ini usai BI menahan suku bunga acuan BI Rate.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke level Rp15.635 pada hari ini usai BI menahan suku bunga acuan BI Rate. Bisnis/Himawan L Nugraha
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke level Rp15.635 pada hari ini usai BI menahan suku bunga acuan BI Rate. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.635 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (21/2/2024), setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate. Mayoritas mata uang Asia lainnya juga terpantau menguat terhadap greenback.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,16% atau naik 25 poin ke Rp15.635 per dolar AS. Hal tersebut terjadi di tengah melemahnya indeks dolar AS sebesar 0,03% ke 104,04.

Bersama dengan rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya juga menguat seperti dolar Singapura naik 0,04%, dolar Hong Kong naik 0,01%, won Korea Selatan naik 0,21%, dan peso Filipina naik 0,19%.

Lalu rupee India naik 0,06%, yuan China naik 0,08%, ringgit Malaysia naik 0,10%, dan baht Thailand naik 0,42%. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,09% di hadapan dolar AS. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan sentimen hari ini datang dari investor yang mengabaikan data inflasi harga konsumen dan produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan Januari. Hal ini karena data tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian musiman dan tidak menunjukkan adanya tekanan harga baru. 

"Hal ini akan membuat Federal Reserve berada di jalur yang tepat untuk mulai memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," tulis Ibrahim, Rabu (21/2/2024).

Menurut Ibrahim, fokus market kini tertuju pada risalah pertemuan The Fed pada akhir bulan Januari untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk mengenai kemungkinan arah suku bunga AS. 

Selain risalah rapat The Fed pada hari Rabu, fokus juga tertuju pada pidato dari serangkaian pejabat The Fed minggu ini, termasuk Raphael Bostic dan Michelle Bowman. Keduanya merupakan bagian dari komite penetapan suku bunga bank tersebut.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20-21 Februari 2024. Suku bunga Deposit Facility juga diputus tetap di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Hal ini sejalan dengan ekspektasi para analis yang memperkirakan  BI akan menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6,00%. Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Yang membuat BI menahan suku bunga acuan adalah masih adanya sentimen ketidakpastian pemilu yang terjadi di Indonesia saat ini dan keputusan The Fed yang belum memberikan sinyal penurunan suku bunga, Indonesia masih mencatatkan aliran modal masuk. 

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif untuk perdagangan besok, tetapi ditutup menguat di rentang Rp15.600-Rp15.670.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper