Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

EY Proyeksi IPO di Sektor Ekonomi Digital Bakal Semarak 2024

Lembaga auditor internasioanl EY menuturkan pasar modal Indonesia tumbuh menjadi pasar modal yang paling aktif menelurkan IPO sektor ekonomi digital tahun ini .
Karyawan memantau pergerakan saham di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Rabu (4/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan memantau pergerakan saham di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Rabu (4/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga auditor internasioanl EY menuturkan pasar modal Indonesia tumbuh menjadi pasar modal yang paling aktif menelurkan IPO selama 2023. EY memperkirakan akan banyak terjadi IPO di sektor ekonomi digital tahun ini .

EY Indonesia Strategy and Transactions Partner Reuben Tirtawidjaja mengatakan lonjakan IPO di sektor industri dan konsumen pada 2023 kemungkinan akan terus berlanjut hingga kuartal I/2024. 

"Ekonomi digital kemungkinan akan menjadi sektor yang memimpin, karena minat perusahaan unicorn teknologi di negara ini untuk mengakses pasar modal sudah dapat dibaca dengan jelas," ucap Reuben dalam keterangannya, Selasa (16/1/2024). 

Menurutnya, tren positif kegiatan IPO dapat lebih ditingkatkan dengan peraturan dan langkah-langkah pemerintah yang lebih mendukung dalam menyediakan lingkungan yang lebih akomodatif bagi dunia usaha dan investor.

Selain itu, lanjutnya, peralihan rantai pasokan global ke wilayah baru dapat mendorong pertumbuhan karena perusahaan berupaya mendiversifikasi rantai pasokan mereka dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. 

Dalam lanskap ini, Reuben melihat negara-negara seperti Indonesia mungkin menjadi semakin menarik, mengingat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan lingkungan bisnis yang mendukung. Hal tersebut termasuk faktor pendorong seperti pertumbuhan kelas menengah, meningkatnya urbanisasi dan transformasi digital. 

Khusus bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, kata Reuben, hal ini berarti potensi valuasi pasar yang lebih tinggi karena paparan dan permintaan internasional. Hal ini akan menjadikan IPO sebagai jalur strategis yang semakin menarik karena dapat memberikan modal yang diperlukan untuk memperluas operasi, berinvestasi pada teknologi baru, dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar.

Reuben juga mencatat Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan presiden pada kuartal I/2024, yang secara historis terbukti dapat menyebabkan volatilitas dan ketidakpastian pasar yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya aktivitas IPO karena perusahaan-perusahaan mengambil posisi menunggu dan melihat. 

"Namun, hal ini biasanya diikuti oleh aktivitas pasar yang tinggi pascapemilu, terutama jika perubahan kebijakan yang akan datang terlihat mendukung lingkungan yang ramah bisnis, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan investor," ucapnya.

EY mencatat pasar modal Indonesia telah tumbuh dan mendorong Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu dari 5 bursa teratas secara global berdasarkan jumlah total IPO pada tahun 2023. BEI juga memimpin pasar ASEAN dalam hal volume IPO

Salah satu katalis yang mendorong tren ini adalah meningkatnya permintaan global terhadap sumber daya mineral Indonesia yang melimpah, yang penting bagi produksi energi ramah lingkungan. 

EY melihat hal ini adalah momentum yang jelas ingin dimanfaatkan oleh perusahaan, sebagaimana yang tercermin dalam listing saham Amman Minerals, Harita Nickel, dan Merdeka Battery, yang secara kolektif menghasilkan pendapatan sebesar sekitar US$2,0 miliar.

Sementara itu, meningkatnya minat terhadap transisi energi terbarukan, telah mendorong listing perusahaan seperti Pertamina Geothermal dan Barito Renewables, yang berhasil mengumpulkan dana IPO sekitar US$600 juta dan US$200 juta. 

Populasi penduduk Indonesia yang besar dan terus berkembang juga menjadi kekuatan pendorong lain di balik aktivitas pasar ini, sehingga memberikan banyak peluang bagi perusahaan seperti Nusantara Sejahtera Raya, pemilik merek Cinema XXI, mengumpulkan total pendapatan sebesar US$150 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper