Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bitcoin Volatil di Awal 2024, Mampu Comeback US$50.000?

Bitcoin (BTC) memulai 2024 dengan langkah yang meyakinkan, dengan harga melonjak ke atas US$45.000 untuk pertama kalinya sejak awal April 2022.
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin (BTC) memulai 2024 dengan langkah yang meyakinkan, dengan harga melonjak ke atas US$45.000 untuk pertama kalinya sejak awal April 2022. 

Namun, langkah tersebut tidak bertahan lama, karena Bitcoin turun tajam pada Rabu (3/1/2024) karena spekulasi penolakan aplikasi tempat ETF Bitcoin oleh SEC dan masih kembali turun hingga hari ini.

Mengutip CounMarketCap.com, harga Bitcoin pada Sabtu (6/1/2024) pukul 16.47 WIB terpantau berada di posisi US$43.737. Harga tersebut naik 5,07 persen dalam sepekan dan turun 0,99, persen dalam 24 jam terakhir. 

Sementara itu, Bltcoin mencatat lonjakan sebesar 154,37 persen pada 2023 yang menyumbang US$530 miliar pada kapitalisasi pasarnya.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai Bitcoin masih berusaha mati-matian untuk bertahan level US$43.000. BTC saat ini berada pada titik krusial, dengan berada di antara dua dinding pasokan penting. 

"Sebelumnya penurunan tajam ini membuat berkurangnya nilai BTC dan investor dan trader mengurangi eksposur baik pada sisi panjangmaupun pendek," jelas Fyqieh dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (7/1/2024).

Sebaliknya, zona resisten terletak antara US$42.500 dan US$43.750. Menembus resistensi ini bisa menjadi indikasi tren bullish untuk Bitcoin, yang berpotensi mendorong nilainya menuju level US$47.600.

Fyqieh menyebutkan, persetujuan ETF Bitcoin spot yang telah lama dinantikan oleh industri kripto juga bisa menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin. Persetujuan ETF ini akan membuka akses bagi investorinstitusional untuk berinvestasi di BTC, yang berpotensi meningkatkan permintaan dan mendorong harga.

Namun, Fyqieh melihat banyak pandangan bahwa persetujuan ETF juga bisa menjadi peristiwa "Buy Rumor, Sell The News," di mana akan ada potensi penurunan saat kabar persetujuan keluar. Saat ini keuntungan trader mencapai titik yang biasanya akan diikuti oleh penurunan harga.

"Persetujuan ETF dianggap positif karena dapat menarik investasi institusional. Meskipun ini banyak mendapat pandangan negatif, kecil kemungkinannya peristiwa tersebut akan terjadi dalam jangka menengah dan panjang. Karena hal ini memungkinkan adanya saluran modal baru yang signifikan ke dalam kelas aset melalui produk yang diperdagangkan di bursa yang sudahdikenal dan diatur," ungkap Fyqieh.

Secara keseluruhan, Fygieh memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan tetap volatil di awal 2024. Kemungkinan besar, Bitcoin akan bergerak di kisaran US$40.000 hingga US$45.000.

Namun, potensi besarnya setelah ETF disetujui akan ada kenaikan harga BTC di range high, Fyqieh menetapkan batas pada US$48.000 hingga US$51.000, di mana pada titik ini diperkirakan bakal ada resisten kuat. 

"Pada titik ini, diperkirakan bakal ada resisten kuat. Jika Bitcoin mampumenembus resisten ini, maka akan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut menuju level US$55.000 atau bahkan lebih tinggi," jelasnya.

Namun, untuk mencapai level tersebut, BTC perlu mengatasi volatilitasnya dan mendapatkan momentum bullish yang kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper