Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Ekspor Turun, Astra Otoparts (AUTO) Fokus Perluas Pasar Asia

Astra Otoparts (AUTO) catatkan penurunan kinerja penjualan ekspor kuartal III/2023. Perseroan fokus mencari negara tujuan ekspor baru, terutama di wilayah Asia.
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan penurunan kinerja penjualan ekspor per kuartal III/2023. Oleh sebab itu, perseroan berencana merambah negara-negara ekspor baru, terutama di kawasan Asia.
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan penurunan kinerja penjualan ekspor per kuartal III/2023. Oleh sebab itu, perseroan berencana merambah negara-negara ekspor baru, terutama di kawasan Asia.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten komponen otomotif Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan penurunan kinerja penjualan ekspor per kuartal III/2023. Oleh sebab itu, perseroan berencana merambah negara-negara ekspor baru, terutama di kawasan Asia.

Menilik laporan keuangannya, pendapatan ekspor AUTO tercatat turun 4,59% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp1,13 triliun hingga 30 September 2023, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp1,19 triliun.

Direktur AUTO, Tujuh Martogi Siahaan mengatakan, kendala yang menyebabkan turunnya ekspor perseroan di antaranya yaitu perekonomian negara-negara tujuan ekspor AUTO masih belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19.

"Beberapa negara tujuan ekspor kami juga mengalami inflasi dan suku bunga tinggi, serta pelemahan nilai tukar di negara tujuan ekspor terhadap dolar AS," ujar Martogi dalam paparan publik AUTO pada Rabu, (15/11/2023).

Selain itu, lanjutnya, saat ini juga ada tren perubahan di beberapa negara yang melihat peluang di kendaraan listrik (electric vehicle/EV), sehingga menimbulkan persaingan yang cukup ketat bagi AUTO.

“Tetapi kami terus mencari negara-negara tujuan ekspor baru, terutama di wilayah Asia yang prospeknya masih cukup baik dan pangsa pasar kami untuk ekspor di Asia itu cukup besar," kata dia.

Martogi mengatakan, AUTO telah melakukan ekspor ke lebih dari 50 negara. Secara presentase, ekspor ke kawasan Asia mendominasi sebanyak 54,9%, disusul wilayah Timur Tengah 25,7%, Afrika 10,6%, Amerika Selatan 5,1%, dan Eropa 3,7%.

Oleh sebab itu, meskipun mengalami penurunan ekspor pada periode 9 bulan pertama 2023, AUTO tetap optimistis karena penjualan domestik masih mengalami kenaikan. Penjualan ke pihak ketiga lokal per kuartal III/2023 tercatat sebesar Rp8,09 triliun, naik dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp7,98 triliun.

Dengan demikian, total pendapatan AUTO naik 4,36% yoy menjadi Rp14,08 triliun per 30 September 2023, dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp13,49 triliun.

Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan AUTO ditopang dari segmen manufaktur komponen otomotif sebesar Rp8,68 triliun, diikuti segmen perdagangan atau trading yang berkontribusi Rp6,42 triliun. Pendapatan itu sudah dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp1,02 triliun.

Alhasil, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk AUTO tembus Rp1,31 triliun, atau naik 57,71% secara yoy dibandingkan per kuartal III/2022 sebesar Rp831,69 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper