Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Jatuh setelah The Fed Tahan Suku Bunga 5,25-5,50 Persen

Wall Street jatuh di tengah penurunan saham Apple Inc. dan Tesla Inc setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, New York jatuh pada akhir perdagangan Rabu (20/9/2023) waktu setempat setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, namun memberi sinyal suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (21/9/2023), indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,22 persen atau 78,85 poin ke 34.440,88, S&P 500 tergelincir 0,94 persen atau 41,75 poin ke 4.402,20, dan Nasdaq anjlok 1,53 persen atau 209,06 poin ke 13.469,13.

Nasdaq 100 yang berisi saham-saham teknologi berkinerja buruk di tengah penurunan saham Apple Inc. dan Tesla Inc., sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun mencapai level tertinggi sejak 2006.

Kontrak berjangka AS memperhitungkan penurunan suku bunga yang lebih sedikit pada tahun depan dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. Indeks dolar AS menghapus penurunan. Saham FedEx Corp. sebagai barometer pertumbuhan global, menguat pada akhir perdagangan karena prospek bullish.

The Fed mempertahankan kisaran target suku bunga pada 5,25 persen hingga 5,5 persen, sementara proyeksi triwulanan yang diperbarui menunjukkan 12 dari 19 pejabat mendukung kenaikan suku bunga lagi pada 2023.

Para pembuat kebijakan juga memperkirakan akan ada lebih sedikit pelonggaran pada tahun depan.

“Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan, dan kami bermaksud untuk mempertahankan kebijakan pada tingkat yang ketat sampai kami yakin bahwa inflasi akan turun secara berkelanjutan menuju target,” kata Ketua Federa Reserve, Jerome Powell.

Sementara itu, tiga keputusan kebijakan moneter di Asia dan seruan yang seimbang dari Bank of England akan memberikan arahan bagi pasar Asia, karena investor mencerna keputusan kebijakan Federal Reserve.

Bank sentral Indonesia, Filipina, dan Taiwan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama masing-masing sebesar 5,75 persen, 6,25 persen, dan 1,88 persen, sehingga investor akan menantikan pernyataan kebijakan sebagai petunjuk mengenai pergerakan di masa depan.

Adapun Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi untuk melanjutkan penguatan ke kisaran 7.030 hingga 7.050 pada perdagangan Kamis (21/9/2023).

Secara teknikal, Valdy menyampaikan bahwa potensi penguatan itu didukung oleh terbentuknya rising window bersamaan dengan penguatan IHSG pada perdagangan, Rabu (20/9/2023).

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) diyakini akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Kondisi inflasi yang relatif stabil dalam batas acuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 diyakini sebagai salah satu faktor yang mendasari kebijakan tersebut.

Head of Research NH Korindo Liza Camelia Suryanata menilai perlu adanya minat beli asing yang lebih tinggi guna mendukung IHSG untuk terus menanjak.

“IHSG besok diperkirakan masih ada peluang untuk bertahan di area 7.000 yang menjadi level psikologisnya. Namun, perlu minat beli asing yang lebih tinggi untuk menopang pergerakan IHSG terus menanjak,” sambung Liza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper