Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PT Timah (TINS) Pacu Hilirisasi Lewat Tin Chemical dan Tin Solder

PT Timah Tbk melalui anak perusahaannya PT Timah Industri terus melakukan optimalisasi hilirisasi dengan membuat produk tin chemical dan tin solder.
PT Timah Tbk melalui anak perusahaannya PT Timah Industri terus melakukan optimalisasi hilirisasi dengan membuat produk tin chemical dan tin solder.
PT Timah Tbk melalui anak perusahaannya PT Timah Industri terus melakukan optimalisasi hilirisasi dengan membuat produk tin chemical dan tin solder.

Bisnis.com, JAKARTA - PT TimahTbk. (TINS) melalui anak perusahaannya PT Timah Industri terus melakukan optimalisasi hilirisasi dengan membuat produk tin chemical dan tin solder untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor Amerika, India, Tiongkok, Taiwan dan beberapa negara Eropa.

Diketahui, PT Timah Industri saat ini sudah memiliki 3 pabrik Tin Chemical dan 1 pabrik Tin Solder. Pabrik Tin Chemical terdiri dari Stannic Chloride (SnCl4) berkapasitas 3.000 ton dengan merek BANKASTANNIC.

Selanjutnya, pabrik Dimethyltin Dichloride (DMT) berkapasitas 8.000 ton dengan merek BANKASTAB DMT Series, kemudian, pabrik Methyltin Stabilizer berkapasitas 10.000 ton dengan merek BANKASTAB MT Series, dan pabrik Tin Solder berkapasitas 2.000 ton dengan merek BANKAESA.

Direktur Utama PT Timah Industri Ria Wardhani Pawan berharap, kedepan pihaknya dapat memiliki portfolio yang lebih banyak dengan mengembangkan produk dari tin chemical dan tin solder.

"Jadi bukan hanya tin chemical dan tin solder, tapi kami juga bisa memproduksi katalis lainnya yang berbahan dasar logam timah. Benchmark kami tentunya perusahaan sejenis yang sudah berdiri lebih dulu dan memiliki portofolio produk yang sangat beragam jadi itu menjadi target kami di masa depan," kata Ria dalam keteranganya, Senin (18/9/2023).

Lebih lanjut, Ria menyebut PT Timah Industri memiliki visi untuk menjadi perusahaan hilirisasi terkemuka di dunia. 

Perusahaan terus melakukan pengembangan teknologi untuk dapat mewujudkan visi tersebut dan menjadi impian bersama.

"Setapak demi setapak bisa kami capai targetnya yang menjadi impian kita semua," ujarnya.

Diketahui, produk tin solder digunakan pada industri elektronik dan otomotif, sedangkan tin chemical digunakan pada industri Polyvinyl chloride (PVC) sebagai bahan aditif tin stabilizer untuk pembuatan pipa konstruksi, profile, plastik PVC transparan dan lainnya.

Tin chemical juga merupakan material pengganti timbal (Pb) pada PVC sehingga menjadi ramah lingkungan.

Perlu diketahui, Dalam Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional (RPMBN) 2022-2027 yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), percepatan peningkatan nilai tambah, salah satunya timah perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan data antara Kementerian/Lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (MenkoMarves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana melakukan larangan ekspor timah, hal tersebut dilakukan karena masih terdapat temuan ekspor yang dilakukan secara ilegal. 

Langkah ini diambil untuk mendorong hilirisasi industri komoditas timah di dalam negeri semakin berkembang.  

"Lalu kita mungkin (larang ekspor) timah. Saya pikir timah nantinya dimasukan ke sistem, sehingga kita bisa mengurangi penyeludupan," kata Luhut usai menghadiri CEO Forum Bloomberg di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper