Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten IPO 2023 Tercuan, Ada Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) hingga RAAM

Dari 63 emiten anyar (IPO) yang melantai di bursa pada 2023, 33 di antaranya mencetak penurunan harga. Sementara 29 emiten lainnya mencatatkan cuan besar.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah perusahaan yang menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) mencapai 63 per 10 Agustus 2023. Jumlah ini telah melampaui IPO pada 2022 yang mencapai 59 emiten anyar dan berpotensi mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Namun IPO pada 2023 menorehkan catatan merah. Dari 63 emiten anyar yang melantai di bursa sepanjang tahun ini, 33 di antaranya atau 52,38 persen mencetak penurunan harga. Beberapa bahkan menyentuh harga di bawah gocap karena tercatat di papan akselerasi.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) menjadi emiten anyar yang mencatatkan penurunan harga terdalam sejak pertama kali dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham perusahaan penyedia jasa bimbingan belajar tersebut kini hanya dihargai Rp33 per lembarnya, turun 82,45 persen dibandingkan dengan harga IPO Rp188.

Perusahaan penyedia air minum PT Mitra Tirta Buwana Tbk. (SOUL) menjadi saham IPO 2023 selanjutnya yang mencetak kinerja boncos. Saham SOUL kini hanya dihargai Rp22 atau telah turun 80 persen sejak listing.

Namun emiten anyar 2023 tak hanya diwarnai perusahaan yang harga sahamnya turun signifikan. Beberapa di antaranya bahkan mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen.

Sebut saja emiten yang diusung konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Sebagaimana namanya, saham Petrindo telah memberikan cuan hingga 806,82 persen kepada para investor IPO-nya. Perusahaan batu bara tersebut kini dibanderol di harga Rp1.995 atau melesat dari harga penawaran Rp220 per saham.

Menyusul di belakangnya saham PT Pelita Teknologi Global Tbk. (CHIP) yang naik 803,13 persen sejak IPO dan kini diharga Rp1.445 per saham serta saham emiten produsen wine PT Hatten Bali Tbk. (WINE) yang melesat 268,99 persen menjadi Rp476 per lembar.

Secara total, terdapat 29 emiten yang mencetak kenaikan harga sejak IPO dan hanya satu emiten yang kini dihargai seperti saat pertama kali melakukan penawaran.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan saat ini Bursa telah menjalankan tiga inisiatif untuk perlindungan investor. Pertama, adalah implementasi papan pemantauan khusus dan kedua, pemberian notasi khusus. Menurutnya, Bursa terus menambahkan notasi khusus kepada emiten yang bermasalah, sehingga investor mengetahui catatan ketika membeli saham karena adanya notasi khusus.

Adapun inisiatif lain untuk perlindungan investor menurut Iman datang dari pencegahan. Pencegahan ini dilakukan Bursa melalui immediate action dan edukasi ke stakeholder pasar modal.

Berikut Daftar Emiten IPO 2023 Paling boncos: 

1691753952_a88b23b2-825b-442e-a0cc-8983d7fa1e84.
1691753952_a88b23b2-825b-442e-a0cc-8983d7fa1e84.

Daftar Emiten IPO dengan Kenaikan Harga Tertinggi:

1691753952_6b395690-889c-41eb-9c0e-8af2695484bc.
1691753952_6b395690-889c-41eb-9c0e-8af2695484bc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper