Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-saham Value Stock Cuan 10,8 Persen hingga Semester I/2023

Saham-saham di indeks MSCI Indonesia Value telah membawa keuntungan 10,8 persen hingga akhir Juni 2023.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham berkapitalisasi pasar besar dalam indeks MSCI Indonesia Value tercatat telah membawa keuntungan 10,8 persen hingga semester I/2023. Gerak ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan gerak IHSG yang masih underperform minus 2,8 persen di akhir Juni 2023.

Produk reksa dana Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund tercatat telah mengungguli gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan naik 10,8 persen di semester I/2023. Reksa dana ini merupakan reksa dana indeks berbasis value berisi saham large cap yang melalui filtrasi indikator value. 

Indikator tersebut seperti saham dengan valuasi murah dari sisi price to earning, price to book value, dan rasio lain. 

Lalu, fundametal perusahaan yang kuat, dengan rekam jejak yang terbukti. Indikator lainnya adalah perusahaan dengan arus kas yang konsisten dan dapat diprediksi. 

Tim Riset Syailendra menjelaskan value stock adalah saham perusahaan dengan valuasi murah dan fundamental yang bagus. Biasanya, saham ini sudah mature dan listing lama di bursa. 

Kebanyakan saham value seding membagikan dividen. Menurut Tim Riset Syailendra, karakteristik tersebut membuat value stock cocok dalam kondisi bear market atau slowdowns

Dalam reksa dananya, Tim Riset Syailendra menjelaskan saham-saham di Indeks MSCI Indonesia Value dipilih dengan skrining ketiga value indicator, yakni price to earnings 12 bulan ke depan, price to book dan dividend yield trailing 12 bulan.

Hasilnya, indeks MSCI Indonesia V ini sangat terkonsentrasi hanya pada 12 saham yang lolos skrining tersebut. Rata rata P/E 10 P/B 1 8 dan dividend yield 6 2 lebih rendah dari rata rata valuasi saham di indeks lain.

Dalam tiga tahun terakhir, saham berkarakteristik value telah mengalahkan saham berkarateristik growth. Per 30 Juni misalnya, IDX30 Value telah bergerak 42,5 persen sejak Juni 2020, dibandingkan dengan IDX30 Growth yang naik 33,6 persen. 

Sementara itu, secara historis kinerja SMSCI selama tiga tahun terakhir telah tumbuh 49,3 persen, dan dalam satu tahun terakhir tumbuh 15,5 persen. 

Adapun 10 saham ada dalam reksa dana ini adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). 

Lalu PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper