Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Papan Pemantauan Khusus BEI Meluncur, Investor Bisa Lebih Aman?

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengimplementasikan papan pemantauan khusus mulai hari ini, Senin (12/6/2023).
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengimplementasikan papan pemantauan khusus mulai hari ini, Senin (12/6/2023). Papan pemantauan khusus merupakan papan pencatatan untuk saham-saham yang memenuhi 11 kriteria yang diatur dalam Peraturan No. I-X, termasuk untuk saham-saham dengan likuiditas rendah. 

Guru Besar Finansial dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy berpandangan implementasi papan pemantauan khusus tidak akan berpengaruh besar ke investor jangka pendek, tetapi akan menjadi perhatian tersendiri bagi investor institusi.

“Selama ini sudah terlihat dari implementasi notasi khusus. Investor jangka panjang biasanya melihat fundamental emiten dan akan beralih ke saham lain yang tidak ada di notasi,” kata Budi, Senin (12/6/2023).

Budi memberi catatan bahwa perlindungan investor tak selalu harus berisi jaminan bahwa investasi di saham tertentu harus menghasilkan untung dan dilaksanakan dalam transaksi yang likuid. Namun perlindungan dapat ditempuh dengan menghadirkan emiten yang berkualitas.

“Di sisi lain investor harus belajar membaca industri, manajemen, finansial dan prospek emiten. Kalau beli saham hanya karena euforia seharusnya risiko sudah diketahui sejak awal,” kata dia.

Emiten-emiten yang berasal dari papan pengembangan menjadi yang paling banyak menghuni papan pemantauan khusus terkini, yakni berjumlah 145 efek. Mayoritas emiten dari papan pengembangan yang masuk pemantauan khusus memiliki kriteria 1 yang berarti harga saham bertengger di bawah Rp51 dalam 6 bulan terakhir. Bisnis juga mencatat emiten-emiten anyar yang mengisi papan pemantauan khusus mencapai 34 perusahaan.

Implementasi papan pemantauan khusus sendiri diharapkan dapat meningkatkan perlindungan investor, serta mewujudkan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. BEI akan menerapkannya dalam dua tahap yakni tahap I hybrid dan tahap II full call auction.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan saham yang terkena kriteria likuiditas akan diperdagangkan secara call auction pada tahap pertama, sedangkan saham yang terkena kriteria lainnya akan diperdagangkan secara continuous auction. 

“Mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham,” ujar Irvan, Senin (12/6/2023).

Pada tahap pertama, terdapat 2 sesi periodic call auction dalam sehari perdagangan Bursa. Adapun parameter perdagangan pada mekanisme perdagangan call auction mempunyai batasan harga minimum Rp1 dan auto rejection Rp1 untuk rentang harga saham Rp1–Rp10 dan 10 persen untuk rentang harga saham di atas Rp10.

Pada tahap kedua, seluruh saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus akan diperdagangkan secara call auction batasan harga minimum Rp1 dan auto rejection Rp1 untuk rentang harga saham Rp1 – Rp10 dan 10 persen untuk rentang harga saham di atas Rp10.

Pada tahap full call auction, perdagangan periodic call auction berlangsung sebanyak 5 sesi dalam sehari perdagangan Bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper