Bisnis.com, JAKARTA - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (YTD) kalah saing dengan Indeks LQ45. Analis melihat terdapat beberapa faktor penyebab IHSG menjadi kalah saing dibandingkan LQ45.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menuturkan salah satu penyebab IHSG underperform dibandingkan LQ45 adalah akibat saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Menurut Martha, saham BYAN tidak masuk ke dalam LQ45 sehingga memberatkan IHSG.
"Saham BYAN yang memiliki market cap terbesar ketiga di BEI, tercatat turun 31 persen YTD, sehingga menjadi salah satu pemberat IHSG," kata Martha, Rabu (7/6/2023).
Sebagai informasi, secara year to date (YTD) IHSG telah melemah 3,38 persen. Sementara itu, Indeks LQ45 tercatat telah menguat 1,01 persen sejak awal tahun.
Lebih lanjut, dengan adanya normalisasi batas auto rejection, Martha melihat hal tersebut akan menambah likuiditas pasar. Dia menyebut, dalam 2 hari penerapan ARB 15 persen, nilai transaksi di bursa meningkat. Akan tetapi, Martha melihat normalisasi ARB untuk pengaruh ke IHSG tidak terlalu baik.
"Untuk pengaruh [normalisasi ARB] ke IHSG, justru enggak terlalu bagus, karena sekarang ARB-nya lebih besar. Jadi jika sesuatu yang signifikan terjadi, penurunan IHSG bisa lebih besar," ucapnya.
Baca Juga
Adapun Mirae Sekuritas merekomendasikan beberapa saham di Indeks LQ45. Saham-saham tersebut adalah BBCA, BMRI, TLKM, ICBP, dan AMRT.