Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dipantau BEI Akibat Ekuitas Negatif, Waskita Beton (WSBP) Fokus Restrukturisasi

Restrukturisasi merupakan salah satu strategi WSBP untuk meningkatkan struktur permodalan dan mengatasi ekuitas negatif.
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura./waskitabeton
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura./waskitabeton

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) tengah fokus menyelesaikan proses restrukturisasi keuangan seiring mengalami ekuitas negatif Rp2,06 triliun. Adapun hal ini membuat WSBP masuk dalam daftar saham yang dipantau khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

VP of Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan restrukturisasi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan struktur permodalan dan mengatasi ekuitas negatif. Selain itu, WSBP juga tengah mendorong pemulihan kinerja operasional.

Adapun BEI memasukan WSBP ke daftar efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus dengan Notasi 5 yang berarti suatu perusahaan memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

“WSBP tengah fokus pada pemulihan kinerja dan fundamental struktur permodalan, sehingga notasi khusus dapat dicabut oleh BEI,” ujar Fandy kepada Bisnis, Selasa (6/6/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan WSBP sedang melakukan aksi korporasi berupa debt to equity conversion melalui skema private placement atau penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari proses penyelesaian restrukturisasi keuangan sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian. Adapun aksi korporasi ini ditargetkan dapat rampung pada awal kuartal III/2023.

“Aksi korporasi tersebut akan memberikan dampak positif bagi struktur permodalan WSBP dengan meningkatkan posisi ekuitas perusahaan,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur WSBP Asep Mudzakir mengatakan perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp16 Miliar sepanjang kuartal I/2023. Nilai tersebut meningkat 106 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat rugi Rp276,82 miliar.

WSBP juga memperoleh pendapatan usaha senilai Rp367 miliar atau meningkat 26 persen dari Rp290 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY).

“Pendapatan usaha kuartal I/2023 WSBP ditopang oleh capaian dari sektor precast sebesar 30 persen, readymix 52 persen dan sektor jasa konstruksi 18 persen” kata Asep dalam keterangan resminya, Senin (1/5/2023).

WSBP juga berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp58 Miliar atau naik 29 persen dibandingkan dengan capaian gross profit pada periode yang sama tahun lalu.

Total liabilitas yang dicatatkan WSBP sebesar Rp7,75 Triliun atau turun 4 persen dibandingkan dengan 2022 yaitu sebesar Rp8,06 triliun. Penurunan liabilitas disebabkan adanya penyelesaian kewajiban sesuai dengan Perjanjian Perdamaian yaitu atas skema CFADS yang telah dilakukan pembayaran pertama kepada kreditur pada 27 Maret lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper