Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini (8/5), Setelah Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Menguat

Pada perdagangan hari ini (8/5/2023) rupiah berpeluang menguat direntang  Rp14.650- Rp14.710 per dolar AS imbas sinyal terbaru The Fed ihwal suku bunga.
Karyawati menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (16/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (16/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/5/2023) setelah Badan Pusat Statistika (BPS) mengumumkan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2023 ini mencapai 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Proyeksi penguatan rupiah terjadi di tengah tren penuruanan dolar AS akibat adanya gejolak perbankan AS dan sinyal terbaru dari The Fed soal suku bunga.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, jumat (5/5) rupiah ditutup menguat tipis 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.678 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar juga terpantau melemah 0,09 persen ke 101,30.

Dolar AS melemah seiring dengan kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini. Selain itu, terkini investor memantau data tenaga kerja AS.

Mengutip Antara, dolar AS menghapus kembali kenaikan sebelumnya terhadap euro tetapi tetap lebih kuat terhadap yen pada akhir perdagangan Jumat (5/5/2023), setelah kenaikan data pekerjaan dan pertumbuhan upah untuk April mengalahkan perkiraan ekonom tetapi menunjukkan revisi pekerjaan yang turun untuk Maret.

Para pengusaha menambahkan 253.000 pekerjaan, mengalahkan perkiraan para ekonom untuk kenaikan 180.000. Penghasilan per jam rata-rata AS naik pada tingkat tahunan sebesar 4,4 persen, di atas ekspektasi untuk kenaikan 4,2 persen.

Tetapi data untuk Maret juga direvisi lebih rendah menunjukkan 165.000 pekerjaan ditambahkan, bukan 236.000 seperti yang dilaporkan sebelumnya.

“Angka utama mungkin tidak sekuat yang terlihat mengingat revisi mundur,” kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.

Pergerakan awal dalam greenback kemungkinan sebagian karena investor yang menjual mata uangnya, atau bertaruh itu akan jatuh, menutupi posisi mereka.

Dolar telah jatuh dari level tertinggi 20 tahun pada September lalu karena investor menyesuaikan kemungkinan bahwa Federal Reserve berada pada atau mendekati akhir dari siklus pengetatannya, sementara rekan-rekannya termasuk Bank Sentral Eropa menjadi lebih hawkish.

Investor menilai kemungkinan bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Namun, saat ekonomi sedang melambat, masih ada kantong kekuatan, yang membuat investor ragu untuk mendapatkan terlalu banyak bearish pada mata uang AS untuk saat ini.

"Dalam waktu dekat, sulit mendapatkan banyak momentum sampai kita memiliki sinyal arah yang lebih jelas dari data AS," kata Serebriakov.

"Bagi kami, resolusi pada akhirnya adalah untuk data AS yang secara konsisten lebih lemah dan dolar yang lebih lemah pada akhirnya dan Fed yang lebih dovish."

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan pemotongan sekitar 75 basis poin pada akhir tahun. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,00-5,25 persen pada Rabu (3/5/2023) dan menghapus bahasa pernyataan kebijakannya yang mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan.

Senada, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS jatuh pada perdagangan Jumat karena para pedagang resah bahwa gejolak yang berkelanjutan dalam sistem perbankan AS dapat mengakibatkan penurunan suku bunga yang lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve.

Bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Rabu, tetapi mengisyaratkan bahwa ini akan menjadi puncak dari siklus pengetatan agresif selama setahun dengan menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. 

Sementara itu, Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, dengan Presiden Christine Lagarde mengisyaratkan lebih banyak pengetatan yang akan datang.

Meskipun demikian, pesanan industri Jerman turun secara signifikan lebih dari yang diperkirakan pada bulan Maret, merosot sebesar 10,7 persen dari bulan sebelumnya, penurunan bulanan terbesar sejak 2020 pada puncak pandemi COVID-19.

Dari sisi internal, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2023 ini mencapai 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kuartalan, ekonomi Indonesia kuartal pertama 2023 terhadap kuartal pertama 2022 terkontraksi sebesar 0,92 persen (qoq).

Sedangkan produk domestik bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar Rp2.961,2 triliun. Adapun, PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp5.071,7 triliun.

Sedangkan, yang menopang pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2023 di atas 5 persen adalah sektor industri masih menjadi sumber pertumbuhan utama ekonomi Indonesia dengan sumbangan sebesar 0,92 persen. 

Sementara, berdasarkan komponen pengeluaran BPS mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,54 persen (yoy).

Walaupun sebelumnya, para ekonom mengatakan kinerja konsumsi rumah tangga yang tak setinggi harapan terutama yang memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan komoditas. Selain itu, normalisasi harga komoditas mendorong pelemahan kinerja perdagangan Indonesia.

Di samping konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal  pertama 2023, yaitu tumbuh sebesar 2,11 persen (yoy).

Dari bragai sentimen tersebut, untuk perdagangan hari ini, Senin (8/5/2023) mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp14.650- Rp14.710 per dolar AS. 

13:40 WIB
Rupiah masih tertekan

Rupiah melemah 37 poin atau 0,25 persen menjadi Rp14.715 per dolar AS pukul 13.40 WIB.

Sementara indeks dolar AS melemah 0,13 persen ke level 101,09.

11:52 WIB
Rupiah melemah 27 poin

Rupiah melemah 27 poin atau 0,18 persen menjadi Rp14.705 per dolar AS pukul 11.52 WIB.

Sementara indeks dolar AS melemah 0,11 persen ke level 101,11.

09:02 WIB
rupiah melemah ke 14.682

Rupiah dibuka melemah 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.682 per dolar AS pukul 09.02 WIB.

Indeks dolar AS menguat 0,01 persen ke level 101,23.


Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper