Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waspada Jebakan Saham IPO, Banyak yang Boncos Usai Melantai

Saham beberapa emiten yang IPO di Bursa Efek Indonesia terpantau anjlok di hari pertama perdagangan seperti SOUL, NAYZ, FUTR, bahkan BUMN PGEO.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Saham beberapa emiten yang baru saja IPO di Bursa Efek Indonesia terpantau langsung anjlok di hari pertama perdagangan sebut saja seperti SOUL, NAYZ, FUTR, bahkan emiten BUMN seperti PGEO, sementara saat ini masih ada 49 calon emiten yang mengantre masuk Bursa. 

Direktur Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan menjelaskan saham anjlok saat hari pertama perdagangan tergantung dari fundamental dan valuasi masing-masing emiten yang memang cukup mahal. 

“Kondisi itu diperburuk dengan beberapa kondisi yang kurang baik belakangan ini, seperti pengaruh kasus SVB beberapa waktu lalu,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (14/4/2023). 

Sementara itu, BEI mencatatkan masih ada 49 calon emiten lagi yang masuk dalam pipeline IPO. 

Perusahan-perusahaan yang masuk dalam antrean IPO tersebut terdiri dari 10 perusahaan dari sektor konsumer siklikal, 7 perusahaan teknologi, masing-masing 6 perusahaan di sektor bahan baku dan konsumer non siklikal, 5 perusahaan transportasi dan logistik, 5 perusahaan properti dan real estate, 3 perusahaan industrial, 2 perusahaan infrastruktur, 2 finansial, 2 perusahaan sektor energi, dan 1 perusahaan sektor kesehatan. 

Sampai dengan 14 April 2023 telah tercatat 31 Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun sebesar Rp22,7 triliun. Hingga saat ini, terdapat 49 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. 

Melihat hal itu, Rivan mengatakan minat pasar saat ini masih seputar sektor finansial dan komoditas terutama nikel. Sementara untuk sektor konsumer siklikal yang mendominasi di pipeline masih dianggap netral. 

Penggalangan dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih memiliki prospek yang positif di tengah kondisi pasar yang masih sideways menantikan arah lanjutan kebijakan suku bunga. Beberapa sektor cukup menjanjikan untuk menarik minat investor.

"Dengan kondisi suku bunga yang masih tinggi, penawaran umum perdana saham masih menjadi alternatif pendanaan yang lebih menarik daripada obligasi yang cenderung sensitif suku bunga," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Jumat (14/3/2023).

Terdapat beberapa sektor yang menjanjikan di tengah ketidakpastian menurut Nico, seperti transportasi dan logistik, energi, dan perbankan.

"Untuk komoditas yang berbasis batu bara dan yang terkait dengan kendaraan listrik memiliki peluang, karena prospek ke depan untuk berkembang yang besar," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper