Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melemah, GOTO Anjlok ARB, TLKM Pesta Cuan

Sebanyak 179 saham yang parkir di zona hijau, sementara mayoritas 369 saham melemah dan 182 saham stagnan pada penutupan IHSG hari ini.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan dengan koreksi 0,32 persen sehingga parkir di 6.771,23 pada penutupan perdagangan Senin (10/4/2023). Indeks komposit terkoreksi 21,53 poin dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya dengan saham sektor teknologi menjadi pemberat indeks.

Berdasarkan data RTI, IHSG bertahan di zona merah sepanjang sesi perdagangan dan mencapai level tertinggi di 6.799,49, sementara posisi terendah di 6.735,19. Terdapat 179 saham yang parkir di zona hijau saat penutupan, sementara mayoritas 369 saham melemah dan 182 saham ditutup stagnan.

Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh turunnya indeks sektor teknologi sebesar 3,14 persen. Sejumlah emiten teknologi berkapitalisasi besar seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) terpantau tergelincir menyentuh auto reject bawah (ARB) 6,93 persen sehingga parkir di level Rp94 per saham. Selain itu, EMTK juga terpantau turun 6,71 persen.

Selain sektor teknologi, sektor energi juga melemah 1,32 persen pada penutupan. Kemudian disusul sektor industri dasar yang melemah 1,15 persen, transportasi turun 0,84 persen, dan infastruktur melemah 0,66 persen.

Segelintir sektor yang menguat di antaranya adalah konsumer non-cyclical dengan kenaikan 1,08 persen dan kesehatan menguat 0,18 persen.

Di jajaran saham-saham berkapitalisasi besar, selain GOTO yang turun menyentuh ARB, TPIA dan BMRI turut menjadi pemberat dengan pelemahan masing-masing sebesar 1,75 persen dan 1,45 persen.

Sementara itu, saham-saham big cap yang menguat dipimpin oleh TLKM dengan kenaikan 1,18 persen, UNVR naik 0,94 persen, dan ASII menguat 0,84 persen.

Phintraco Sekuritas sebelumnya telah memperkirakan Bahwa IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan. Secara teknikal, Stochastic RSI cenderung bergerak turun dari overbought area, didukung dengan indikasi death cross dari MACD. Sehingga, IHSG diperkirakan menguji support level 6.750–6.760 pada perdagangan awal pekan.

Dari sisi sentimen eksternal, investor diperkirakan beralih ke saham defensif seiring dengan data terbaru ketenagakerjaan Amerika Serikat. Tingkat pengangguran pada Maret 2023 tercatat di level 3,5 persen atau berada di bawah ekspektasi pasar 3,6 persen. Angka ini juga melambat dibandingkan dengan Februari 2023 di level 3,6 persen.

Sementara itu, nonfarm payrolls bertambah 236.000 atau lebih rendah daripada perkiraan awal 240.000. Adapun nonfarm payrolls pada Februari 2023 bertambah 326.000.

“Masih dari eksternal, sejumlah negara akan merilis data inflasi pada pekan ini di antaranya adalah Amerika Serikat, China dan Jerman. Apabila realisasi inflasi dari sejumlah negara di luar ekspektasi, maka berpotensi menambah kekhawatiran akan arah kebijakan suku bunga acuan global dan potensi perlambatan ekonomi ke depannya,” tulis Phintraco.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper