Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Mendaki Puncak Lagi, Saham BBCA, BBRI, dan BBNI Melaju Kencang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki zona hijau hingga 0,33 persen pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/3/2023). Saham BBCA, BBRI, hingga BBNI naik.
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki zona hijau hingga 0,33 persen pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/3/2023). Saham BBCA, BBRI, hingga BBNI menjadi saham yang teraktif setelah pembukaan.

Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 6.8.39 dan melesat ke posisi tertinggi 6.867 sesaat setelah pembukaan. Pada 09.14 WIB, IHSG bahkan terus melesat 0,36 persen ke 6.868. 

Tercatat, 242 saham menguat, 140 saham melemah, dan 210 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau naik menjadi Rp9.557 triliun.

Saham emiten rumah produksi GTRA terpantau melesat 34,6 persen ke Rp202. Kemudian disusul FILM dan WINE yang naik masing-masing 20,7 persen dan 21,4 persen.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG membentuk rising window bersamaan dengan penguatan pada perdagangan kemarin Rabu, (29/3/2023). Kemudian terdapat pelebaran positive slope pada MACD yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan.

Salah satu sentimen positif bagi IHSG adalah berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah ke level terhadap dolar AS. Mata uang rupiah ditutup menguat 0,20 persen atau 29,5 poin ke level Rp15.055 per dolar AS.

“Hal ini masih terkait dengan bantuan likuiditas oleh The Fed dan rencana peningkatan program bantuan likuiditas dari otoritas di AS,” ujar Valdy dalam riset, Kamis (30/3/2023).

Adapun keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,75 persen kembali diapresiasi oleh pelaku pasar. Hal ini terlihat dari penguatan harga saham-saham perbankan. Selain itu, penguatan mayoritas indeks global di Rabu (29/3) turut memberikan sentimen positif bagi IHSG hari ini. 

Indeks-indeks Wall Street mencatatkan rebound dengan ditopang oleh harga saham-saham teknologi.  Beberapa diantaranya adalah Meta, Netflix, dan Apple yang menguat sekitar 2 persen, sedangkan Amazon menguat hingga 3 persen.

Saham sejumlah bank regional juga menguat pada perdagangan kemarin. Hal ini didasari oleh pandangan pasar bahwa The Fed dinilai mampu membatasi dampak penutupan Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

Indeks-indeks di Eropa juga ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Harga saham UBS sempat menguat hingga 4,5 persen sebagai respons penunjukkan kembali Sergio Ermotti sebagai group CEO pasca akuisisi Credit Suisse.

Sementara indeks-indeks utama di Asia juga menguat setelah Alibaba dikabarkan berencana membagi perusahaan ke dalam 6 group. Rencana tersebut dilakukan untuk membuka peluang pendanaan eksternal dan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Dari pasar komoditas, harga minyak terkoreksi akibat aksi profit taking setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir. Koreksi terjadi akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan masih menjadi perhatian pasar.

Adapun top picks saham dari Phintraco Sekuritas meliputi BBRI, BMRI, TLKM, UNTR, PTBA, KLBF dan TOWR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper