Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Garudafood (GOOD) Emiten Sudhamek Agoeng Berencana Jajal Bisnis Properti

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD), emiten milik konglomerat Sudhamek Agoeng Waspodo Sanjoto, berencana melebarkan sayap ke bisnis properti.
Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja (dari kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Sudhamek Agoeng Soenjoto, dan Direktur Fransiskus Johny, saat pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Rabu (10/10/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja (dari kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Sudhamek Agoeng Soenjoto, dan Direktur Fransiskus Johny, saat pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Rabu (10/10/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD), yang dibesarkan oleh salah satu konglomerat Indonesia Sudhamek AWS, berencana untuk menjajal bisnis properti sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha melalui optimalisasi aset yang dimiliki perseroan.

Garudafood, emiten makanan dan minuman yang dibesarkan oleh Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto atau Sudhamek AWS, rencananya bakal menyewakan properti yang dimilikinya, baik berupa kantor maupun gudang.

“Guna meningkatkan kinerja perseroan ke depan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perindustrian, perdagangan, dan pertanian, kami melihat adanya peluang usaha di bidang realestat yang dimiliki sendiri. Perseroan meyakini peluang tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tulis Hardianto Atmadja, Direktur Utama Garudafood, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/3/2023).

Saat ini ada dua property milik Garudafood yang akan disewakan, yaitu tanah seluas 8.224 meter persegi dan bangunan gudang seluas 5.289 meter persegi di Bandar Lampung.

Selanjutnya, Garudafood juga berencana menyewakan properti kantor di bilangan Bintaro Raya, Jakarta seluas 116 meter persegi.

Dalam upaya menambah kegiatan usaha tersebut, Garudafood menganggarkan biaya investasi sebesar Rp3,5 miliar untuk merenovasi bangunan yang akan disewakan.

Untuk memasarkan properti yang dimilikinya, perseroan merencanakan strategi pemasaran melalui direct selling kepada klien maupun memasarkan melalui agen-agen properti.

Selain menjajal bisnis properti, Garudafood juga disebut bakal membangun fasilitas produksi baru dengan nilai investasi Rp70 miliar untuk menambah daftar produk makanan ringan yang dimilikinya.

Rencananya, investasi senilai Rp70 miliar, yang akan diambil dari kas perseroan itu, akan digunakan untuk membeli mesin produksi inline dengan kapasitas 300 kg per jam dan bangunan instalasi di pabrik produksi di Kabupaten Pati.

Adapun, produk baru yang akan dikembangkan Garudafood yaitu makanan ringan jenis chips atau keripik, yang masuk dalam kategori industri pengeringan buah-buahan dan sayuran.

Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang disampaikan ke BEI, Garudafood bakal memproduksi makanan ringan keripik dari kentang dan ubi dengan merek Garuda Chipz.

Kantongi Penjualan Rp10,51 Triliun pada 2022, Saham Garudafood Stagnan

Pada penutupan perdagangan, Rabu (8/3/2023), saham GOOD ditutup stagnan di level Rp476 per lembar. Secara year to date, saham GOOD terpantau melemah 9,33 persen dan sepanjang 1 tahun terakhir turun 5,74 persen.

Pada 2022, Garudafood membukukan penjualan Rp10,51 triliun, naik 19,44 persen dibandingkan dengan Rp8,79 triliun pada 2021.

Pertumbuhan penjualan Garudafood ditopang oleh segmen makanan dalam kemasan yang tumbuh 22,11 persen secara year on year (YoY), dari Rp7,63 triliun pada 2021 menjadi Rp9,32 triliun pada 2022. Sementara itu, segmen minuman mengalami pertumbuhan sebesar 1,94 persen.

Seiring dengan naiknya penjualan, beban pokok penjualan Garudafood memperlihatkan kenaikan sebesar 23,10 persen menjadi Rp7,85 triliun, dari sebelumnya Rp6,37 triliun.

Salah satu pos yang mendorong kenaikan beban pokok penjualan adalah beban bahan baku yang melesat 31,03 persen secara tahunan menjadi Rp5,23 triliun pada 2022, sementara pada 2021 sebesar Rp3,99 triliun.

Sementara itu, laba GOOD yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 0,08 persen menjadi Rp425,20 miliar, dari sebelumnya Rp424,82 miliar pada 2021.

Adapun total liabilitas GOOD sampai akhir 2022 berada di Rp3,97 triliun dan cenderung stabil daripada posisi 31 Desember 2021 di Rp3,72 triliun. Sementara itu, total ekuitas per 31 Desember 2022 berjumlah Rp3,35 triliun, naik dari posisi akhir 2021 Rp3,04 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Gajah Kusumo
Editor : Gajah Kusumo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper