Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HILL Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Dua Kali Lipat Usai IPO

Hillcon (HILL) membidik pendapatan usaha naik dua kali lipat mencapai Rp6 triliun tahun ini usai IPO.
Emiten pertambangan PT Hillcon Tbk. (HILL) targetkan pendapatan dan laba naik dua kali lipat usai resmi melantai hari ini, Senin (1/3/2023) /Hillcon.
Emiten pertambangan PT Hillcon Tbk. (HILL) targetkan pendapatan dan laba naik dua kali lipat usai resmi melantai hari ini, Senin (1/3/2023) /Hillcon.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hillcon Tbk. (HILL) membidik pertumbuhan kinerja keuangan hingga dua kali lipat pada 2023 usai melaksanakan IPO.

Direktur HILL Jaya Angdika mengatakan Perseroan menargetkan tahun ini pendapatan bisa sampai Rp6 triliun, atau tumbuh dari tahun lalu sekitar dua kali lipat.

"Tahun lalu kalau auditnya sudah jadi sekitar hampir Rp3 triliun pendapatan. Tahun ini kalau bisa hampir Rp6 triliun," ujarnya saat ditemui usai IPO HILL, Rabu (1/3/2023).

Adapun, Perseroan menargetkan laba bersih sekitar Rp700 miliar-Rp800 miliar, atau meningkat dari capaian pada 2022 sekitar Rp300 miliar.

Untuk meningkatkan pendapatan, HILL mengandalkan kontrak sedang berjalan, dan adanya sejumlah kontrak baru di pipeline serta dari kontrak infrastruktur yang didapat untuk pembangunan pelabuhan sekitar US$100 juta.

Kendati akan berfokus pada pertambangan nikel, untuk tahun ini pendapatan Hillcon masih akan disumbang mayoritas dari pertambangan batu bara.

"Pendaptan untuk sektor tambang terbesar tetap dari batu bara. Memang batu bara ini yang main perusahaan tambang yang besar jadi kontrak valuenya juga besar karena kita hitungan overburdennya yang besar jadi kontribusinya masih sekitar 55 persen tahun ini," jelasnya.

Sementara itu, Jaya menegaskan ke depan akan terus mengembangkan segmen nikelnya dengan pertumbuhan produksi dari tahun lalu 9 juta wet metrik ton (wmt), ditargetkan menjadi 15 juta wmt.

"Jadi kita harus menambah terus proyek-proyek nikel, kita harapkan 2024-2025 nikel sudah mendominasi dan porsi pendapatan dari nikel sudah bisa 50:50 dengan batu bara," tambahnya.

Jaya menilai prospek nikel di Indonesia cukup baik karena Indonesia tidak melakukan ekspor, dan langsung jual ke smelter lokal yang jaraknya cukup dekat sehingga biaya produksinya pun menjadi rendah.

Dengan adanya pembangunan sejumlah smelter, lanjut Jaya, permintaan nikel akan tinggi, baru dari smelter RKEF. Belum lagi dengan munculnya smelter HPAL yang memproduksi nikel kadar rendah yang nantinya akan dijadikan produk MHP, itu adalah bahan baku untuk baterai kendaraan listrik.

"Lima tahun ke depan permintaan nikel ore akan naik 3 kali lipat, dan pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi ini supaya pembangunan pabrik baterai di Indonesia oleh major player seperti LG, Tesla supaya ada di Indonesia karena cost productionnya rendah, bijih ada, smelter ada, baterainya ada,. Semuanya efisien, dibanding kalau smelternya di China atau Eropa, bahan baku harus impor dari Filipina atau Indonesia," Ungkapnya.

"Ke depan, investor pasti senang untuk investasi di sini," sambungnya.

Adapun, untuk operasional tahun ini, HILL menyiapkan belanja modal atau capex sekitar Rp800 miliar, sebagian disumbang dari dana hasil IPO senilai Rp552,87 miliar, dan ditambah dari pinjaman institusi keuangan, perbankan, dan multi finance.

"IPO membantu kami untuk modal kerja dan belanja modal. Capex tahun ini hampir Rp800 miliar, semuanya buat tambah alat berat," tambahnya.

Pada IPO hari ini, HILL menerbitkan saham dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham sebanyak 442.300.000 saham baru atau sebanyak 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dan berhasil meraup dana hasil IPO senilai Rp552,87 miliar, dan menjadi perusahaan ke 21 yang melantai di bursa tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper