Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hillcon (HILL) Masuk Bursa Besok, Raih Dana IPO Rp552,87 Miliar

PT Hillcon Tbk. (HILL) bakal menjadi emiten yang tercatat ke-21 di Bursa Efek Indonesia.
PT Hillcon Tbk. (HILL) bakal menjadi emiten yang tercatat ke-21 di Bursa Efek Indonesia. /Hillcon.
PT Hillcon Tbk. (HILL) bakal menjadi emiten yang tercatat ke-21 di Bursa Efek Indonesia. /Hillcon.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontraktor tambang, PT Hillcon Tbk. (HILL) bakal melantai di bursa dan menjadi emiten yang tercatat ke-21 di Bursa Efek Indonesia mulai besok, Rabu (1/3/2023).

Berdasarkan prospektus ringkas, HILL berencana menawarkan sebanyak 442,3 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp100. Awalnya, HILL menawarkan harga untuk IPO ini ada di kisaran Rp1.250–Rp2.000 per saham.

Lalu HILL menetapkan di posisi terendah dari rentang selama book building, terakhir di Rp1.250. Adapun, pada saat masa book building HILL kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 1,3 kali.

“Kami tidak ambil posisi harga tengah atau maksimum sekalipun mengalami oversubscribed. Hal itu demi memberikan capital gain bagi investor lebih maksimal,” ungkap Direktur Utama Hillcon Hersan Qiu beberapa waktu lalu.

Seluruh dana hasil IPO itu akan digunakan HILL sekitar 55 persen untuk modal kerja anak usaha PT Hillconjaya Sakti (HS) untuk biaya produksi penambangan, termasuk biaya bahan bakar, overhead, dan pemeliharaan seluruh alat-alat.

Sedangkan, sisanya 45 persen akan digunakan untuk belanja modal atau capex untuk pembelian alat-alat berat seperti main fleet dan supporting fleet yang akan mendukung kegiatan operasional HS di sektor nikel.

Usai IPO, PT Hillcon Tbk. (HILL) mengincar tambahan produksi 6 juta ton nikel ore dengan estimasi peningkatan pendapatan hingga Rp1 triliun usai IPO.

Komisaris Utama Hillcon Tan Tjoe Liang mengatakan perseroan sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa pemilik tambang nikel. Menurutnya jika negosiasi berjalan lancar, HILL bakal menambah produksi nikel dan pendapatan perseroan.

“Pipeline tambahan proyek tambang nikel kami ada 3 lagi tahun ini. Volume produksi diperkirakan mencapai 6 juta ton ore. Dari jumlah tersebut, pendapatan yang kami terima bisa mencapai Rp1 triliun,” katanya.

HILL juga menargetkan bisa menambang 20 juta ton ore nikel pada 2022. Jumlah itu naik 100 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai 10 juta ton nikel ore. Perseroan juga memperkirakan total pendapatan tahun ini akan berkisar antara Rp6 triliun sampai dengan Rp7 triliun. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu sebesar Rp3,2 triliun.

Sementara itu, dari sisi laba bersih HILL membukukan Rp400 miliar dan target laba bersih tahun ini dipatok menembus Rp700 miliar.

“Tahun ini kami memperkirakan laba bersih Rp700 miliar. Kami cukup konservatif karena ada potensi yang tercatat ke tahun setelahnya,” kata Hersan.

Selain itu, Hersan mengungkapkan perseroan mendapatkan kontrak pembangunan pelabuhan untuk tambang nikel senilai Rp1,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper